Lombok Post
Giri Menang

Isi Kantong Tergantung Permintaan Beras

BURUH: Para pekerja di Gudang Bulog Lembar mengangkut beras ke dalam truk yang akan didistribusikan ke luar daerah

Buruh harian di gudang Bulog, Lembar tak bisa mengeruk lembaran rupiah tiap harinya. Terkadang, mereka harus nganggur ketika permintaan beras sepi.

***

Karung-karung beras tersusun rapi di arena penyimpanan gudang Bulog. Tingginya diperkirakan mencapai lima meter. Karung beras seberat 20 kilogram itu terlihat sudah berkurang. Maklum, sejak pagi para buruh harian telah memindahkan ke dalam truk.

Para buruh ini memikul beras-beras tanpa ada rasa lelah. Keringat yang mulai membasahi bajunya tak mereka pedulikan.

Mereka dengan semangatnya memindahkan beras dari gudang ke dalam truk. Untuk mempercepat pekerjaan, satu orang membawa hingga tiga karung. a�?Kami kejar setoran Mas. Gaji kami dihitung sesuai berat beras yang kami pikul,a�? aku salah seorang buruh Hamdi.

Hamdi yang berasal dari Lembar ini mengaku sudah lama menjalani pekerjaan sebagai buruh pikul di gudang Bulog. Pekerjaan inilah yang membantu kebutuhan hidupnya tiap hari. a�?Lumayan membantu Mas. Karena kami tidak punya pekerjaan tetap,a�? katanya.

Hamdi ini cukup telaten memikul kantong-kantong beras. Sekali jalan, dia bisa membawa hingga empat karung beras. Ia mengaku, memikul beban seberat 80 kilo itu sudah terbiasa. a�?Berat juga. Tapi, karena sudah terbiasa, bawaan santai saja,a�? bebernya.

Mengenai upah yang diterimanya, Hamdi mengaku tergantung dari banyaknya beras. Pihak gudang sendiri menghargai keringat mereka sesuai banyaknya angkutan.

Buruh lainnya, Mudiran memiliki cerita yang sama dengan Hamdi. Dia kerap menghabiskan waktu sebagai buruh di gudang Bulog. Bahkan, pekerjaan buruh pikul beras ini sudah melekat padanya.

a�?Biasanya kami dipanggil, jika ada beras yang mau masuk gudang dan keluar gudang,a�? akunya.

Dikatakan, tidak setiap hari dirinya bersama rekannya mendapat panggilan dari Bulog. Biasanya, tenaga para buruh ini rajin dibutuhkan ketika ada permintaan saja.

Terkadang, kata dia, ia bersama rekannya akan menganggur ketika permintaan beras sepi. Biasanya, situasi itu dialami sebelum masa panen. a�?Kalau sudah panen, banyak beras yang masuk dan keluar gudang. Kalau sepi permintaan, sepi dompet kita Mas. Di situ sakitnya,a�? selorohnya sembari tertawa. (Wahidi Akbar S/r6)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost