Lombok Post
Selong

Polisi Bidik Otak Penyerangan Pos TNGR

Pos TNGR
PERIKSA: Suasana olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Polres Lombok Timur di Pos TNGR Suela, Sabtu (7/5) lalu.

SELONG – Pascaamuk masa yang mengakibatkan hancurnya Pos Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di A�Suela Kamis (5/5) lalu, Polres Lombok Timur (Lotim) langsung bergerak cepat. Mereka telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (7/5).

a�?Itu benar, sudah kami laksanakan,a�? kata Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Wendi Oktariansyah, kemarin.

Dia yang memimpin langsung pemeriksaan datang dengan tim lengkap dengan senjata. Hal tersebut menghindari kemungkinan adanya serangan lanjutan dari massa. Dijelaskan, saat malam kejadian, tim gabungan dari Polda NTB, TNGR, termasuk Polres Lotim melakukan penggerebekan terhadap dua tersangka perambah hutan Jurangkoak, Wanasaba.

a�?Kemungkinan itu yang menjadi pemicu amuk massa,a�? lanjutnya.

Bahkan informasinya aparat saat itu mendapat perlawanan. Terbukti dengan rusaknya sejumlah kendaraan yang digunakan aparat kala itu. Salah satunya mobil operasional Polres Lotim jenis Luxio putih yang mengalami lecet, penyok, pecah kaca, dan spion rusak.

a�?Yang jelas dua yang ditangkap malam itu sudah ada di Polda NTB,a�? jelasnya lagi.

Masih menurut pria berkaca mata tersebut, aksi pengerusakan tak akan dibiarkan begitu saja. Dia berjanji mengusut kasus itu, menemukan dalang pengerah massa yang menjadi otak keributan.

A�a�?Saksi sudah diperiksa dan muncul nama-nama yang dicurigai terlibat,a�? katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Sabtu (5/5), Pos TNGR hancur total. Tak kurang dari 40 warga melakukan penyerangan saat tengah malam. Kepala Seksi Pengelolaan TNGR Wilayah II H Ramsjah kepada Lombok Post mengatakan penyerangan dilakukan oknum tak bertanggung jawab yang marah dengan TNGR. Pihaknya selama ini memang aktif melarang perambahan hutan untuk dijadikan ladang dan kebun, terlebih oknum tersebut hendak menguasai pribadi lahan hutan milik negara.

A�a�?Padahal mereka tak punya alasan dan bukti yang kuat,a�? ujarnya.

a�?Sekarang kami serahkan semua ke proses hukum,a�? tandasnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost