Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Benih Rusak, BPSB Salahkan Penangkar

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kabupaten Bima Abdul Latif

BIMAA�– Kualitas bibit kedelai subsidi Rp 22 miliar diduga bermasalah. Bibit bantuan pemerintah kepada petani banyak yang rusak.

Penangkar diminta bertanggungjawab untuk menggantikan bibit yang rusak dengan benih yang berkualitas. Bibit rusak ini awalnya ditemukan anggota DPRD Kabupaten Bima di Kecamatan Lambitu dan Langgudu.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kabupaten Bima Abdul Latif yang dikonfirmasi terkait bibit kedalai yang rusak enggan disalahkan. Ia melimpahkan tanggung jawab kepada penangkar.

a�?Kalau ada benih yang rusak, itu tanggung jawab penangkar untuk menggantinya dengan yang baik,a�? tegasnya, kemarin (10/5).

Pengadaan bibit itu bersumber dari dana Tugas Pembantuan (TP) melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bima. Sementara pengadaan benih dilakukan sejumlah penangkar. Yakni, UD Rada Jaya di Desa Rada, UD Bima Lestari, dan UD Jaya di Desa Nggembe.

a�?Para penangkar iniA�A�harus bertanggungjawab terhadap pengadaan benih tersebut,a�? kilahnya.

Sebelum bibit itu diserahkan ke dinas pertanian, kata dia, telah diverifikasi dan uji laboratorium olehA�A�BPSB. Itu untuk memastikan benih tersebut layak atau tidak.

a�?Dari sampel yang kita uji, bibit itu memenuhi standar dengan kadar air 11,0 persen. Memiliki daya tumbuh 70 persen. Uji laboratorium kita lakukan awal April lalu,a�? beber dia.

Ia menduga, kualitas benih menurun saat penyimpanan di tempat penampungan. Karena April lalu iklim masih lembab.

a�?Ini yang mempengaruhi kualitas benih itu,a�? duganya.

Kendati demikian, lanjut dia, para penangkar diminta tidak cuci tangan. Sesuai aturan, bibit itu menjadi tanggung jawab mereka. Termasuk merawat benih selama ditampung.

a�?Kalau rusak, harus diganti,a�? tandasnya.

Sementara, Kabid Tanaman Pangan dan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bima yang hendak dikonfirmasi sedang tidak berada ditempat. Begitu pula dengan Kepala Dinas M Tayeb. KetikaA�A�dihubungi via HP, yang bersangkutan tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Sebelumnya, ratusan hektare lahan kedelai yang di tanam pada Musim Kemarau Pertama (MK1)A� tidak tumbuh. Diduga bibit yang dibagikan kepada petani di Kecamatan Lambitu dan Langgudu itu rusak.

Hasil investigasi anggota DPRD Kabupaten Bima Edy Mukhlis di lapangan cukup mencengangkan. Ia menemukan sejumlah bibit yang tidak layak tanam. Bibit itu ditemukan di sejumlah kelompok tani Kecamatan Lambitu dan Langgudu. Padahal sepengetahuannya, bibit kedelai bersubsidi itu disalurkan pemerintah melalui dana Tugas Pembantuan (TP) Rp 22 miliar.

a�?Ini bibit yang saya ambil dari sejumlah kelompok tani di Lambitu dan Langgudu. Semuanya tidak layak tanam,a�? kata dia di Kantor DPRD Kabupaten Bima, Senin (9/5). (mch/r1)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost