Lombok Post
Praya

Bocor Lagi, Bocor Lagi!

Pipa PDAM Bocor
TERBUANG SIA-SIA: Inilah air bersih yang terbuang sia-sia, lantaran pipa PDAM Lombok Tengah, yang mengalami kebocoran, (10/5) kemarin.

PRAYA – Di beberapa titik di Kota Praya, pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah (Loteng), mengalami kebocoran. Akibatnya air bersih yang harusnya tersalurkan ke pelanggan, terbuang sia-sia.

Pantauan Lombok Post, kebocoran pipa ditemukan di jalan raya depan SMP 2 Praya, jalan raya Aikmual, Gerunung, Montong Terep dan di seputaran masjid Agung.

a�?Kadang kebocoran pipa PDAM ini, meluap hingga ke jalan raya. Kok bisa permasalahan ini terjadi terus-menerus,a�? ujar beberapa warga yang melintasi jalan raya depan SMP 2 Praya, (10/5) kemarin.

Gara-gara pipa bocor itu, tidak sedikit warga yang mengeluhkan kualitas pelayanan perusahaan berplat merah tersebut. Di satu sisi, mereka tidak boleh telat membayar air. Di sisi lain, pelayanannya tidak maksimal.

a�?Jangankan di Praya, di sepanjang jalan di Kopang saja seringkali bocor,a�? kata sekretaris Komisi II DPRD Loteng M Tauhid, terpisah.

Potret semacam itu, diakui politisi Gerindra tersebut sudah berkali-kali disampaikan ke PDAM, agar membenahi kualitas pipa dan pelayanan. Hanya saja, ada kesan pembiaran. Padahal, dewan mengakuA� mengucurkan dana besar-besaran. Belum lagi, anggaran yang digelontorkan dari bantuan pemerintah luar negeri, swasta dan pusat.

a�?Karena, terkadang kemacetan air sampai berminggu-minggu,a�? cetusnya.

Menanggapi persoalan tersebut, direktur umum PDAM Loteng Sahim mengatakan, kebocoran pipa yang terjadi setiap waktu, bukan karena faktor manageman internal PDAM. Melainkan, murni kondisi pipa yang sudah tua dan berkelas rendah. PDAM pun mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Karena, kata Sahim untuk merevitalisasi seluruh jaringan pipanisasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna, membutuhkan biaya puluhan miliar.

a�?Total pelanggan PDAM di seluruh Loteng sendiri mencapai 45.000. 30 persen diantaranya, suka menunggak,a�? keluh Sahim.

Salah satu kondisi itulah, yang membuat perusahaannya, justru mengalami kerugian. Karena, antara hak dan kewajiban perusahaan dan pelanggan, tidak berjalan maksimal. a�?Begitulah kondisi kami. Jadi, mohon permakluman dan kesabarannya,a�? kata Sahim. (dss/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost