Metropolis

Galang Ponpes untuk Rehabilitasi

MATARAM – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB Kombespol Sriyanto mendorong dan mengajak seluruh pondok pesantren di NTB terlibat dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Ponpes diharapkan bersedia terlibat membantu menyediakan layanan rehabilitasi selain dukungan kampanye dan sosialisasi anti narkoba. Menurut Sriyanto, langkah ini ditempuh pihaknya sebagai bagian dari upaya optimalisasi sumber daya yang ada guna mendukung penyelamatan generasi muda dari bahaya narkoba.

Penegasan ini disampaikan Sriyanto saat berbicara dalam Rapat Kerja Peranan dan Partisipasi Lingkungan Pendidikan dalam Upaya P4GN yang digelar BNNP NTB pekan lalu di Mataram. Hadir dalam raker adalah para pemangku kepentingan bidang pendidikan lingkup provinsi dan kabupaten/kota. Hadir juga para perwakilan sejumlah ponpes di NTB.

Sriyanto mengatakan, raker yang diinisiasi Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB tersebut adalah tahap awal pengkoordinasian pemberdayaan lingkungan pendidikan dalam P4GN di NTB.

Dia mengatakan, dunia pendidikan sangat berperan penting dalam P4GN. Mengingat saat ini prevalensi penyalahguna di Propinsi NTB pada tahun 2015 diperkirakan mencapai angka 1,9% dari jumlah penduduk. Dari jumlah itu, sebanyak 2,27 % dari angka prevalensi tersebut berusia 10a��19 tahun dan 4,41 % nya pada kisaran usia 20a��29 tahun. a�?Itu berarti masih dalam usia sekolah maupun baru melewati masa sekolah,a�? kata Sriyanto.

Keterlibatan para pemangku kepentingan di sektor pendidikan kata Sriyanto sudah punya payung hukum semenjak 13 Juni 2012 berupa nota kesepahaman antara Kepala BNN RI dengan Menteri Pendidikan dan KebudayaanA� untuk bekerja sama dalam pencegahan penyalahgunaan dan prekursor narkoba melalui pendidikan dan kebudayaan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Pemuda dan Olah Raga Dikpora NTB H Surya Bahari menegaskan kesiapan pihaknya bahu membahu dengan BNNP NTB dalam perang melawan narkoba. Dia bahkan mengharapkan segera dibuat kesepakatan bersama antara BNNP NTB dengan Dikpora NTB yang menjadi payung hukum bagi kedua belah pihak dalam menggerakkan lembaga pendidikan untuk berpartisipasi secara langsung.

Disepakati pula dalam raker bahwa pada 20 Mei 2016, bertepatan dengan pembukaan Pekan Olah Raga Pelajar tingkat provinsi, akan dideklarasikan oleh peserta kampanye STOP Narkoba.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB Angraini Ninik Murnihati menjanjikan pada langkah selanjutnya melalui program TOT Relawan anti Narkoba, tenaga pendidik dan kependidikan akan diikutsertakan. Termasuk Pengawas Sekolah dan Penilik Pendidikan Luar Sekolah untuk menjadi tutor sekaligus relawan BNN di Propinsi NTB. (kus/r10/*)

Related posts

Pembeli Pura-pura Tak Minat, Berharap Pedagang Putus Asa

Redaksi Lombok post

Atraksi Seni Pukau Penonton

Redaksi Lombok post

Catat! Kapal Besar di Gili Dilarang

Iklan Lombok Post

Leave a Comment