Lombok Post
Praya

Hasil TMMD Kodim 1620/Loteng (1)

TMMD Kodim
GOTONG-ROYONG: Sejumlah warga Desa Tumpak Pujut Lombok Tengah bersama TNI AD, saat bergotong-royong membuka akses jalan menuju kuburan, (10/5) kemarin.

Warga Desa Tumpak Pujut dan Desa Pemantek Janapria, Lombok Tengah (Loteng), kini memiliki akses baru menuju kuburan. Mereka bergotong-royong bersama TNI membangun jalan.

***

PRAYA -A�Sudah lama warga di tiga dusun di Desa Tumpak dan lima dusun di Desa Pemantek, terpaksa menggotong keranda mayat, secara bergiliran dua orang. Itu dilakukan, bukan karena minimnya jumlah penduduk. Melainkan, jalan setapak yang dilalui hanya bisa dilalui dua orang beriringan.

Jangankan mobil, motor saja tidak bisa melintasi jalan menuju kuburan umum, yang dimiliki dua warga desa itu. Jika musim penghujan, mereka harus berbecek-becekan. Tidak jarang, pengantar jenazah terjatuh karena licin dan sempit.

Warga dua desa di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu, sudah beberapa kali melaksanakan musyawarah, guna memperhatikan jalan menuju kuburan tersebut. Namun, tidak ada kata sepakat. Khususnya denga mereka yang memiliki lahan.

Cerita berubah ketika Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) digelar di dua desa itu. Kodim 1620/Loteng dan warga bermusyawarah untuk mencari jalan terbaik. Hasilnya Secara sukarela, mereka menyerahkan lahannya, untuk pelebaran jalan. Termasuk membantu konsumsi pelebaran jalan.

Di Desa Tumpak, pemakaman umum digunakan oleh warga Dusun Petule, Keselek dan Dusun Malang. Sedangkan, di Desa Pemantek dimanfaatkan oleh warga Dusun Pemantek Bat Lauk, Pemantek Bat Daye, Pemantek Tengak, Pemantek Timuk, Pemantek Lauk, Tarekat dan Dusun Sayang.

Hanya satu kata yang bisa mereka ucapkan, begitu Lombok Post melihat langsung lokasi pengerjaan pembangunan jalan menuju kuburan tersebut. a�?Alhamdulillah,a�? ujar kepala dusun (kadus) Petule Husen dan sejumlah warga yang ikut gotong-royong membangun jalan tersebut.

Mereka nampak antusias dan semangat mengangkat cangkul, batu dan tanah. Terik matahari pun seolah membakar semangat mereka untuk menyelesaikan pembangunan itu dengan cepat.

a�?Alhamdulillah. Ingat, pembangunan jalan menuju kuburan ini, bisa kita tafsirkan masing-masing. Paling tidak, kita semua mengingat mati. Sehingga, kami bersyukur dan berterima kasih kepada Kodim,a�? sambung Kadus Pementek Bat Lauk Wiradarma Razab, terpisah..

Danramil 1620-05/Janapria Kapten Inf. Abdul Razak menerangkan, target pembangunan akses jalan yang satu itu sebenarnya 30 hari. Namun, bisa diselesaikan dalam waktu dua minggu saja. Panjang jalan mencapai 500 meter dan lebar 3 meter. a�?Inilah wujud nyata dari program TMMD itu,a�? ujarnya.

Melalui program itu juga, pihaknya merasa warga mulai menyadari pentingnya kebersamaan, kekompakan dan gotong-royong. Sehingga, kedepannya, potret seperti itu harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyelesaikan perselihan dan sebagainya.

a�?Kalau kami, memprediksikan selesai lima hari, malah rampung 100 persen satu hari saja. Panjang dan lebar jalan sama seperti di Dusun Pementek Bat Lauk,a�? ujar Danramil 1602-02/Pujut Kapten Inf. Dewa Made Genjong.(Bersambung/Dedi Shopan Shopian /r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost