Lombok Post
Kriminal

Kadisbudpar KLU Diperiksa

AKBP Wingky Adhityo Utomo

MATARAM – kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) HM MohadiA� diperiksa penyidik Polres Lombok Barat (Lobar). Hal ini terkait dengan dugaan peredaran tiket palsu di Pelabuhan Bangsal, Pemenang.

a�?Kita sudah mintai keterangan Kadis pariwisata,a�? kata Kapolres Lombok Barat AKBP Wingky Adhityo K saat ditemui di Mapolda NTB kemarin (10/5).

Pemeriksaan itu dilakukan pekan lalu. Ia diperiksa untuk menjelaskan proses penerbitan tiket palsu dan retribusi parkir di pelabuhan Bangsal.

a�?Paling tidak pihak dinas mengetahui proses penerbitan itu,a�? ungkapnya.

Selain itu, pihak Disbudpar juga memiliki kapasitas untuk menerbitkan tiket asli. Sehingga, perlu adanya sinkronisasi antara laporan yang masuk dengan keterangan Disbudpar.

a�?Kita hanya menyamakan persepsi dengan laporan,a�? ucapnya.

Pekan ini, Wingky mengagendakan pemaggilan terhadap bendahara koperasi pelabuhanA� yang membawahi penjualan tiket tersebut.

a�?Kita agendakan memanggil bendahara minggu ini,a�? jelasnya.

Sementara itu, laporan dari pihak Pemkab sudah dipelajari sebagian. Dalam substansi laporan tersebut, dibagi menjadi dua kasus. Pertama, tiket palsu dan retribusi parkir.

a�?Kita belum rampung menelaah dokumen itu seluruhnya,a�? ujarnya.

Di tempat terpisah Bupati KLU Najmul Ahyar mendukung langkah kepolisian. Pasalnya ia tidak ingin potensi pendapatan daerahA� hilang oleh ulah segelintir oknum.

a�?Apa iya harus biarkan orang yang tidak bertanggungjawab menghilangkan aset daerah,a�? imbuhnya.

Najmul menjelaskan, berdasarkan hasil hitungan inspektorat, kerugian aset daerah dari kasus tersebut mencapai ratusan juta.

a�?Ini berjalan sudah empat tahunan,a�? duganya.

Najmul menegaskan, dirinya akan memberikan sanksi yang tegas kepada orang yang terlibat dalam kasus tersebut. Terlebih lagi ada temuan tindak pidana nantinya.

a�?Kita akan serahkan ke polisi semua. Jika memang ada orang itu bersalah ya salahkan saja. Entah siapapun dia,a�? tegasnya.

a�?Ibaratnya seperti kita meminum obat yang pahit. Tapi harus kita minum demi penyehatan,a�? pungkasnya. (arl/r3)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost