Lombok Post
Giri Menang

Masyarakat Mulai Kreatif, tapi Pemerintah Kurang Tanggap

SAMPAH LAGI: Sudut Kecamatan Kediri, tepatnya di samping Puskesmas Kediri masih menumpuk sampah-sampah yang dibuang sembarangan.

Persoalan sampah, tidak ada habisnya. Penduduk bertambah, begitu pula sampah. Di Lombok Barat, sebagian masyarakat berusaha mengatasi persoalan sampah dengan caranya sendiri. Namun sayang, upaya ini tidak mendapatkan dukungan penuh pemerintah.

***

Di Narmada, berdiri sebuah laboratorium. Bukan ngurusi kesehatan. Tapi laboratorium ini fokus di permasalahan lingkungan. Sampah. Namanya laboratorium pengelolaan dan pemanfaatan sampah atau Paman Sam.

Mulai aktif sejak 2012 silam, laboratorium ini membawa dampak besar. Membuat sebagian masyarakat Desa Narmada lebih cerdas dalam mengelola sampah.

Laboratorium ini dikelola Umi Ningsih. Meski berjalan dengan segala keterbatasan, laboratorium Paman Sam tetap eksis sampai sekarang.

Namun, di tengah eksisnya laboratorium Paman Sam, manfaatnya belum terasa di seluruh desa. Karena keterbatasan sumber daya, laboratorium ini hanya mampu mengelola sampah di satu dusun saja.

Padahal, Umi Ningsih yakin, bila ada sokongan dari Pemkab Lombok Barat, manfaat laboritorium bisa menyentuh seluruh masyarakat desa. Bahkan, bisa jadi akan bermanfaat untuk satu kecamatan Narmada.

Kata Umi Ningsih, dulu saat Laboratorium Paman Sam baru berdiri, dia bersama mahasiswa KKN dari UGM, sempat memasukan proposal ke Dinas Tata Kota, Pertamanan, dan Kebersihan Lombok Barat. Proposal ini berisi konsep untuk menjadikan Desa Narmada sebagai desa wisata lingkungan.

a�?Pernah kita buat proposal dan ajukan ke instansi terkait,a�? kata Umi Ningsih.

Waktu terus berjalan. Proposal yang diajukan tidak mendapat respon sama sekali. Tapi Umi Ningsih tidak patah arang. Ia tetap menjalankan kegiatan laboratorium Paman Sam dengan segala keterbatasan.

a�?Walaupun kecil yang saya perbuat, tetap saya teruskan, meski tidak mendapat perhatian pemerintah,a�? kata wanita berhijab ini.

Hampir empat tahun laboratorium ini berjalan. Namun, Umi Ningsih mengaku tidak ada perhatian dari instansi terkait. Paling tidak melibatkan mereka untuk pengelolaan sampah di Desa Narmada.

Sebenarnya, kata Umi Ningsih, laboratorium ini membutuhkan lahan untuk tempat pengelolaan dan pengolahan sampah. Lahan yang ada sekarang sangat terbatas. Tidak mampu menampung banyak sampah. Begitu pula peralatan yang ada. Masih sangat minim.

Untuk pengadaan lahan, tentu tidak mungkin dilakukan sendirian. Perlu ada bantuan dari pemerintah. a�?Masaa�� tiga tahun ini mereka (pemkab, Red) tidak mengerti?a�? tanya Umi Ningsih.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim mengatakan, sudah seharusnya pemkab merangkul masyarakat yang peduli akan sampah di Lobar. Selama ini konsep pengelolaan sampah di Lobar masih sebatas menumpuk dan membakar. Bukan pada konsep pemanfaatan.

a�?Lihat saja di Bandung dan Surabaya, bagaimana cara mereka mengelola sampah,a�? kritiknya.

Kata Sulhan, dalam LKPJ Bupati, sampah merupakan salah satu indikator yang berhasil. Tetapi ini bertolak belakang dengan kondisi lapangan. Masih banyak sampah yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik.

a�?Kenyataannya saja, bagaimana masalah sampah di lapangan,a�? ujar Sulhan dengan nada tanya.

Padahal, banyak unsur masyarakat yang mulai bergerak. Menjalankan konsep pengelolaan sampah dengan baik. Dan, itu berhasil. Namun tidak dilirik pemerintah.

Sulhan melihat, dinas terkesan tidak mau melepas kegiatan dalam pengelolaan sampah. Pasalnya di dalam kegiatan tersebut terdapat anggaran untuk pengelolaannya.

a�?Padahal orang-orang yang peduli akan sampah Lobar ini, mau untuk dilibatkan dalam pengelolaan sampah,a�? tandasnya. (Wahidi Akbar S/r6)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost