Lombok Post
Sportivo

Pernah Lari dengan Usain Bolt, Tertarik Atletik sejak Kecil

SERBA BISA : Salah satu atlet andalan NTB pada ajang PON 2016, Sapwaturrahman saat latihan di GOR 17 Desember.

Sapwaturrahman adalah salah satu atlet multitalenta. Betapa tidak, di PON 2016 Jawa Barat (Jabar) nanti, ia sanggup melahap tiga nomor yang berbeda : lompat jauh, lompat jangkit dan estafet 4×100 meter.

***

NAMAA�Sapwaturrahman bukanlah nama yang asing di cabang olahraga atletik. Beragam prestasi di level nasional maupun internasional sudah dilahap lelaki berjonggot ini. Berkaca dari sekian prestasi yang ia lakoni. Atlet Kabupaten Sumbawa ini memang tak langsung meraih medali emas. Semua ia bangun secara pelan-pelan.

Mengawali karir sebagai atlet sejak duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD), membuatnya sudah kerasan pahit manis kehidupan sebagai atlet. Beragam tantangan dan hambatan pernah dilalui. Namun itu tak membuatnya menyerah.

Sapwa begitu ia disapa, dari kecil memang sudah berkeinginan terjun sebagai atlet. Apalagi dukungan dari orang tua yang begitu besar. Nyatanya, awal berkecimpung di olahraga terukur ini terbilang unik.

Ketika itu sang ayah yang berprofesi sebagai guru olahraga kekurangan atlet untuk dibawa ke Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) mewakili sekolah. a�?Waktu itu bapak nyari atlet,a�? kenangnya.

Sapwa memang lahir dari keluarga yang senang olahraga. Bapaknya Sanapiah Arsyad pemain bola yang cukup disegani. Sayang, ia tidak mengikuti jejak sang bapak dan lebih memilih menekuni atletik.

Di PON 2016 Jabar nanti, Sapwa mejadi salah satu atlet unggulan di nomor lompat jauh dan jangkit. Kiprahnya cukup diperhitungkan oleh atlet daerah lain. Turun di tiga nomor berbeda di PON 2016 Jabar membuatnya bertekad menyapu bersih dengan medali emas. Langkahnya itu pun di dukung penuh oleh sang pealatih Arya.

Bagi Arya, Sapwa pantas diperhitungkan di PON nanti. Karena dia adalah tipe atlet yang dewasa, fokus, dan tanggung jawab saat latihan. Sapwa sangat tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan untuk karirnya. a�?Saya targetkan dia mampu meraih hasil maksimal ditiga nomor itu,a�? imbuh Arya.

Bagi Sapwa, pencapaian di PON 2016 Jabar bukan akhir perjuangannya. Dia memiliki ambisi yang lebih besar untuk bisa mengharumkan nama daerah kelahirannya di pentas yang lebih tinggi di ajang internasional.

Tertarik dengan Dunia Atletik

Sebelum sukses di atletik, Sapwa pernah mencoba renang. Sapwa menggeluati keduanya secara bersamaan. Meskipun ia lebih tertarik dengan atletik.

Berbeda dengan kebanyakan anak-anak lain yang menghabiskan waktu dengan bermain dan berganti cita-cita tiap kali ditanya, ia tidak melupakan impiannya menjadi atlet lari. Ia giat berlatih.

Sapwa mengaku jatuh cinta pada atletik dari awal mengenal olahraga terukur ini. Karena melihat pertandingan seru jadi merasa tertantang.A� a�?Saya memang tertarik di atlet sejak kecil mas,a�? ceritanya.

Beragam prestasi yang dirah membuatnya terpacu untuk terus berlatih. Dengan banyaknya pengalaman dan kemenangan yang ia kumpulkan, karir Sapwa kian bersinar. Ia pun dipanggil masuk pelatnas di Jakarta. a�?Sebelum di pelatnas pernah di PPLP juga,a�? tambahnya.

Ia berharap regenerasi atlet atletik kedepan tidak punah. Sebagai atlet ia berkeinginan PASI NTB selaku induk terus menggelar beragam kejuaraan di tingkat daerah. Karena menjadi cikal bakal ditemukannya bibit-bibit baru calon atlet masa depan NTB.

a�?Menyelenggarakan event-event lari yang disesuaikan dengan usia memberikan pelari-pelari muda motivasi untuk bersaing dan berlatih,a�? pungkasnya.

Sukses di lintasan tidak lepas dari dukungan orang tuanya. Ayahnya, Sanapiah Arsyad, dan ibunya, Mastambuan, tidak pernah lepas memotivasi dia saat mulai jenuh untuk berlari. Orang tuanya pula yang selalu menjadi tempat curhat saat ada banyak masalah yang menumpuk.

a�?Peran mereka dalam karir saya sangat banyak dan luar biasa. Tidak hanya menjadi orang tua yang mendidik. Mereka juga bisa menjadi teman untuk saling berbagi. Saya bangga bisa miliki mereka,a�? ujar atlet kelahiran 13 Mei 1994 itu.

Dukungan keluarga tersebut adalah modal penting baginya. Baginya, sumber kepercayaan diri yang paling penting adalah lingkungan keluarga. a�?Kalau sudah percaya diri, semua yang dilakukan terasa ringan. Saya saat ini ada dalam kondisi itu,a�? ujarnya.

Meski begitu, dukungan dan motivasi dari orang tuanya tersebut bukan serampangan dan membuat dia manja. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya juga harus sukses di bidang akademik.

a�?Saya memang kurang tertarik di akademik. Tapi apa yang saya lakukan di lintasan tidak pernah terhambat orang tua. Syaratnya, kuliah saya harus tetap jalan,a�? kata mahasiswa semester tujuh FPBS IKIP Mataram itu.

Sapwa mengakui, motivasi terbesarnya selama ini adalah orang tua. Ia memiliki niat yang belum kesampaian yakni memberangkatkan orang tua naik haji. a�?Itu salah satu niat yang saya yang belum tercapai,a�? tandasnya.

***

Siapa yang tidak kenal Usain Bolt, manusia tercepat di planet bumi. Ternyata, Sapwa pernah tanding lari dengan atlet asal Jamaika itu. Kejuaraan Senior di Rusia tahun 2013 menjadi bukti.

Meski kalah dalam segala hal, namun satu lintasan bersama Usain Bolt membuat Sapwa bangga. Ia mengaku setelah beradu kencang dengan Usain Bolt membuatnya lebih percaya diri untuk tampil berkompetisi dengan banyak orang.A� a�?Saya ingat waktu itu jarak kami 20 meter,a�? kenangnya.

Sekalipun kemampuannya berlari masih jauh dibanding Bolt, namun setidaknya pengalaman itu menjadi motivasi baginya untuk terus maju. Kenangan tersebut memicunya untuk terus berlatih. Hingga saat ini tekadnya suatu saat kembali beradu dengan Bolt. (zen/r5)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post