Lombok Post
Selong

Sewa Kemahalan, Pedagang Protes

Pedagang protes
SELONG- Pengoperasian Pasar Terara, Lombok Timur (Lotim) masih menyisakan persoalan. Sejumlah pedagang yang hendak menyewa ruko dan toko merasa keberatan dengan tarif yang dianggap terlalu mahal. ”Kami belum tahu potensinya berapa, tapi sudah dibebankan lebih dari Rp 25 juta pertahun,” keluh Muliadi, salah seorang perwakilan pedagang. Keluhan itu disampaikan langsung pada DPRD Lombok Timur (Lotim) di Selong. Pedagang berharap ada kebijakan lantaran pasar tersebut masih baru, belum pernah dilakukan survey sebelumnya akan potensi keuntungan yang mungkin didapat pedagang. Ilham pedagang lain menyesalkan sikap pemerintah yang dianggap arogan. Padahal sebelumnya mereka adalah pedagang lama yang sudah memiliki hak dan sempat digusur. Kini penderitaan mereka ditambah dengan sewa yang sangat mahal. ”Lihat-lihat kondisi lah Pak Bupati,” ketusnya. Kalaupun tarif yang sudah ditentukan tak bisa diturunkan, mereka berharap ada kebijakan lain. Pedagang diberikan kesempatan membayar dengan mencicil selama beberapa bulan. Tidak seperti saat ini, harus bayar penuh dimuka. ”Pemerintah jangan taunya buat aturan saja,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Lotim Raden Rahardian mengatakan akan mencatat semua keluhan pedagang. Lantaran dalam pertemuan itu tak ada wakil pemerintah daerah yang hadir, dia berjanji akan menyampaikannya. ”Kami sudah bersurat, tapi tak ada yang datang,” katanya. Dia berjanji mencarikan jalan keluar terbaik. Dewan lanjut politisi Demokrat tersebut pasti mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. ”Saya tak berani janji, tapi nanti kita dengar dari pemerintah dulu,” katanya. Tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan itu. Karena itupara pedagang mengaku tak segan menyegel pasar jika tak kunjung ada jawaban. ”Kita sudah muak dengan keadaan yang begini ini, mau cari makan saja susah sekali,” teriak sejumlah pedagang. (yuk/r3)

SELONG – Pengoperasian Pasar Terara, Lombok Timur (Lotim) masih menyisakan persoalan. Sejumlah pedagang yang hendak menyewa ruko dan toko merasa keberatan dengan tarif yang dianggap terlalu mahal.

a�?Kami belum tahu potensinya berapa, tapi sudah dibebankan lebih dari Rp 25 juta pertahun,a�? keluh Muliadi, salah seorang perwakilan pedagang.

Keluhan itu disampaikan langsung pada DPRD Lombok Timur (Lotim) di Selong. Pedagang berharap ada kebijakan lantaran pasar tersebut masih baru, belum pernah dilakukan survey sebelumnya akan potensi keuntungan yang mungkin didapat pedagang.

Ilham pedagang lain menyesalkan sikap pemerintah yang dianggap arogan. Padahal sebelumnya mereka adalah pedagang lama yang sudah memiliki hak dan sempat digusur. Kini penderitaan mereka ditambah dengan sewa yang sangat mahal.

a�?Lihat-lihat kondisi lah Pak Bupati,a�? ketusnya.

Kalaupun tarif yang sudah ditentukan tak bisa diturunkan, mereka berharap ada kebijakan lain. Pedagang diberikan kesempatan membayar dengan mencicil selama beberapa bulan. Tidak seperti saat ini, harus bayar penuh dimuka.

a�?Pemerintah jangan taunya buat aturan saja,a�? katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Lotim Raden Rahardian mengatakan akan mencatat semua keluhan pedagang. Lantaran dalam pertemuan itu tak ada wakil pemerintah daerah yang hadir, dia berjanji akan menyampaikannya.

a�?Kami sudah bersurat, tapi tak ada yang datang,a�? katanya.

Dia berjanji mencarikan jalan keluar terbaik. Dewan lanjut politisi Demokrat tersebut pasti mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.

A�a�?Saya tak berani janji, tapi nanti kita dengar dari pemerintah dulu,a�? katanya.

Tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan itu. Karena itupara pedagang mengaku tak segan menyegel pasar jika tak kunjung ada jawaban.

a�?Kita sudah muak dengan keadaan yang begini ini, mau cari makan saja susah sekali,a�? teriak sejumlah pedagang. (yuk/r3)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost