Lombok Post
Metropolis

Wali Kota Langkahi Gubernur

MENUNGGU KEPASTIAN: Seorang PKL di samping kantor Transmigrasi NTB duduk di depan lapaknya, kemarin. Sebentar lagi, tempat jualannya bakal dipindah.

MATARAM – Tak kunjung dapat respon dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait surat permohonan peminjaman fasilitas untuk relokasi sementara PKL di samping kantor Imigrasi Kelas I Mataram, membuat Pemkot Mataram dongkol. Bukan tanpa alasan, pemkot, kecewa. Pasalnya, waktu pelaksanaan MTQ 2016 semakin dekat.

Sementara, permohoan peminjaman lahan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, sekitar minggu kedua bulan Maret lalu, tak digubris sampai sekarang. Saat itu, Kepala Diskoperindag Kota Mataram, Wartan sampai mempertanyakan keseriusan pemprov mensukseskan pelaksanaan MTQ.

Beberapa waktu kemarin, Wartan pun masih terlihat ketus saat ditanya nasib suratnya yang tak berbalas itu. a�?Belum!a�? katanya dengan nada meninggi.

Wartan sepertinya masih kecewa, karena sampai saat ini, pemprov belum jelas maunya.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, berencana nekat. Setelah lobi-lobi meminjam lahan bekas SPP-SPMA Negeri Mataram tak juga direspon, ia berencana menempatkan para PKL persis di sebalah utara Islamic Ceter (IC). Meski belum dapat restu dari Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, Ahyar dengan sangat yakin keinginannya itu bakal direstui.

a�?Insya Allah akan dikasih (meski belum bersurat),a�? kata Ahyar, yakin.

Ahyar berkeyakinan posisinya sebagai Wakil Ketua Pelaksana I MTQ, bisa memperkuat loby-lobynya menempati lahan yang disebut milik pemprov itu. Apalagi, dalam rangkaian acara MTQ, akan juga dirangkai pameran.

Keberadaan para PKL yang dibuat berjejer memanjang dari timur ke barat, akan semakin menyemarakan pameran yang akan digelar di sana. a�?Nanti kita pertimbangkan nilai estetika dan keindahan (pengaturan) PKL-nya,a�? lugasnya.

Baginya, pemprov tidak perlu risau terkait keberadaan PKL itu. Pada intinya relokasi hanya bersifat sementara. Nanti, para PKL akan dikembalikan lagi ke posisi awal (samping Imigrasi) setelah tempat jualan mereka diperbaiki.

a�?Itu sementara. Jangka pendek. Nanti kita kembalikan lagi mereka ke posisi semula. Sebelumnya kita tata dulu saluran air di sana, tutup pakai box culvert, kan bagus,a�? tandasnya.

Menanggapi itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Amin, mengapresiasi niat wali kota. Hanya saja, ia tetap bersikukuh keputusan pada akhirnya tetap menunggu kebijakan gubernur jika ingin menggunakan aset provinsi.

a�?Bagus, itu bagus solusi Pak Wali, itu (untuk) sementara,a�? kata Amin.

Hanya saja, sampai saat ini, keputusan memberikan lahan sementara untuk relokasi PKL samping imigrasi memang belum diputuskan, karena gubernur menginginkan solusi jangka panjang.

a�?Jadi, beliau maunya solusi jangka panjang, kasihan PKL-nya kan digusur-digusur terus, jadi kalau ada solusi jangka panjang (terkait tempat) itu lebih bagus,a�? ulasnya.

Sampai saat ini, pembicaraan teknis terkait tempat memang belum final dibicarakan pemerintah provinsi. Namun Amin berkeyakinan, dalam waktu dekat gubernur pasti mengeluarkan rekomendasi lahan yang bisa dipakai merelokasi PKL. a�?Cukup (waktu juga untuk menyiapkan tempatnya juga), cukup,a�? tandas Amin.(cr-zad/ton/r6)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost