Lombok Post
Headline Kriminal

Warga Inggris Tersangka Prostitusi Anak

DIPERIKSA : Tersangka kasus prostitusi terselubung berinsial St (membelakangi kamera) diperiksa penyidik Subdit IV Ditreskrimum beberapa waktu lalu.

MATARAM – Seorang wargaA� Inggris berinsial St ditetapkan sebagai tersangka dugaan prostitusiA� anak di bawah umur. Kini polisi telah menahannya di Mapolda NTB.

a�?Kita sudah tetapkan S sebagai tersangka dalam kasus tersebut,a�? Kata Dirreskrimum Polda NTB AKBP Anom Wibowo, kemarin (11/5).

Anom memaparkan, S langsung ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa beberapa waktu lalu.A� Selain itu,A� bukti yang menguatkan S sebagai tersangka berdasarkan keterangan korban beinisial Ar.

a�?Keterangan saksi sudah mengarah lansung ke WNA itu dan langsung kita tahan,a�? ujarnya.

Sampai saat ini, polisi masih mencari pelaku dan korban lain. Jika dilihat dari tindakan hukumnya, tersangka St diancam dengan undang-undang nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sementara itu, Anom tak membantah adanyaA� keberadaan jaringan terselubung prostitusi anakA� diA� NTB .a�?Disini memang ada jaringan prostitusi itu,a�? jelasnya

Sementara itu, Divisi AdvokasiLembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB Joko Jumadi terus berupaya untuk melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. a�?Kita sudah empat bulan menyelidiki keberadaan prostitusi Gay terselubung,a�? jelasnya.

Mereka biasanya menjalankan bisnis haram itu berawal dari germo ke pencari hingga ke korban. a�?Kita punya data valid terhadap jaringan mereka,a�? ujarnya.

Kakek IS Diduga Cabuli Bocah Lima Tahun. Masih terkaitA� pencabulan seorang kakek berinisial IS alias PD, 76 tahun diduga mencabuli bocah lima tahun di salah satu Gili di Pemenang, Lombok Utara.

Kapolres Lombok Barat AKBP Wingky A Utomo menjelaskan, pria asal Banyuwangi, Jawa timur itu melakukan aksi bejatnya sekitar bulan April. Namun, aksi IS baru diketahui beberapa hari lalu.

a�?Hari ini, rabu (11/5) kita mendapatkan laporan atas kasus tersebut,a�? jelas polisi bermelati dua itu.

Dari korban, kejadian itu bermula saat korban diajak ke warung untuk membeli jajan.A� Setelah itu, ia dibawa IS ke tempat tinggalnya. Dirumah tersebut lanjut Wingky, IS menggerayangi bagian intim bocah malang tersebut.

a�?Sempat saat itu korban berteriak kesakitan,a�? ujar Wingky.

Setelah berhasil meluapkan nafsunya, IS menyuruh korban pulang. Sesampainya dirumah gadis lugu itu tak berani menceritakan apa yang dialaminya.A� Namun beberapa hari kemudian, korban jatuh sakit.Dari situ korban bercerita kepada ibunya. Keluarga kemudianA� melaporkan kasus itu kepada pihak berwajib.

a�?Tersangka sudah kita amankan dan sudah ditangani PPA,a�? jelasnya.

Pelaku IS diancam dengan Pasal 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 Tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (arl/r3) A�

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost