Lombok Post
Bima - Dompu

Bawa Anak, Ibu-Ibu Gedor Dewan

Demo
DEMO: Puluhan ibu-ibu sambil menggendong anak demo di depan Kantor Bupati. Mereka mempersoalan pengelolaan Pasar Raya Tente, kemarin (12/5).

BIMAA�– Puluhan pedagang di Pasar Tente Kecamatan Woha menggedor Kantor Bupati Bima, kemarin (12/5). Menariknya, kebanyakan pendemo ini ibu-ibu.

Mereka datang dengan menggendong anak-anak mereka. Selain itu, para pedagang membawaA�A�berbagai peralatan dapur.

Aksi pedagang ini menuntut keadilan terkait pengelolaan Pasar Raya Tente. Ibu-ibu ini juga membongkar borok pengelolaan los Pasar Raya Tente.

a�?Rata-rata penjual yang mendapatkan los pasar orang-orang baru. Sementara kami yang sudah puluhan tahun menjual di pasar itu, tidak diakomodir,a�? keluh seorang pedagang di Pasar Raya Tente Eri Nafsiah saat beraksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima, kemarin (12/5).

Menurutnya, pengaturan penempatan los pasar tidak sesuai komitmen awal. Pemerintah berjanji akan diperioritaskan kepada warga yang terkena dampak dari proyek pembangunan pasar. Tapi, setelah pembangunan pasar selesai, malah ditempati orang lain.

a�?Penjual lama yang menempati los baru, dikeluarkan secara paksa,a�? beber dia.

Kemudian, lanjut dia, los pasar itu diberikan ke orang baru sesuai penunjukan langsung panitia pembangunan pasar. a�?Seharusnya siapa yang berhak menempati kios maupun los pasar harus melalui undian. Tapi itu tidak dilakukan panitia,a��a�� sorotnya.

Ia menduga, ada praktek jual beli los maupun kios pasar. Itu diperkuat banyaknya orang baru yang menempatinya. Sementara orang lama tidak diakomodir.

Pedagang lain Aminah, warga asal Desa Tente ini menuding penetapan penghuni kios dan los pasar itu sarat kepentingan. Mulai dari permainan uang hingga permainan politik.

a�?Imbasnya, kami jadi korban,a�? keluhnya.

Dengan manajemen yang bobrok itu tentu saja merugikan mereka. Kendati mereka sudah lama berjualan di pasar itu. a�?Kalau pedagang lama tidak mendapatkan kios dan los pasar, kita mau makan apa. Padahal ini sumber pencaharian kami selama ini,a��a�� tegasnya.

Ia berharap, persoalan ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bima. Mengevaluasi kembali manajemen pengelolaan pasar oleh panitia. a�?Ini harus menjadi catatan penting pemerintah daerah,a�? tandasnya. (mch/r1)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara