Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Kapolda Akui Anggota Lalai

Umar
Brigjen Pol Umar Septono

MATARAMA�– Tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Sukri Manaf alias Coki, 29 tahun, kabur dari tahanan Polres Kabupaten Bima. Ia meloloskan diri dari jeruji besi dengan cara merusak gembok.

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono tidak membantah ada kelalaian anggota yang berjaga. Pelaku memanfaatkan kelengahan petugas dan merusak gembok tahanan.

a�?Itu (tahanan kabur) akibat kelalaian anggota,a�? katanya di Mataram, kemarin (11/7).

Diketahui, Coki warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha kabur dari tahanan Polres Bima sekitar pukul 03. 57 Wita, Senin (9/5). Pelaku kabur dengan merusak gembok pintu sel penjara saat petugas jaga sedang tidur.

Umar menegaskan, pelaku ini terlibat kasus menonjol. Karena aksi dia bersama komplotannya cukup meresahkan masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan berupaya menangkap pelaku yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

a�?Kita ada kelemahan. Gemboknya dibongkar. Kejadian ini pelajaran bagi kami untuk memperbaiki diri,a�? katanya.

Jenderal bintang satu ini memerintahkan Polres Kabupaten Bima untuk mengejar pelaku. Bahkan, dirinya sudah memberikan deadline waktu bagi anggota agar menangkap Coki.A�a�?Kita beri waktu untuk anggota untuk mencarinya. Semoga segera tertangkap,a�? aku Umar.

Aksi Coki melepaskan diri dari tahanan terekam CCTV Polres Kabupaten Bima. Berdasarkan rekaman video itu, Coki bersama seorang tahanan lain berjalan menuju pintu sel tahanan.

Rekan tersangka kemudian berjalan ke arah pintu bagian selatan ruang sel. Rekannya itu seperti sedang memantau situasi. Sementara Coki memegang gembok, kemudian menggerakannya.

Tidak terlihat jelas alat apa yang digunakan tersangka untuk membuka gembok tersebut. Aksi tersangka itu diketahui sejumlah penghuni hotel prodeo lain. Saat gembok ruangan sel berhasil dibuka, sejumlah tahanan lain ikut menyaksikan. Pada rekaman itu terlihat juga anggota polisi yang jaga depan ruang sel tertidur pulas.

Setelah berhasil membuka gembok ruang sel, Coki sempat jalan mondar mandir dalam sel. Kemudian keluar dan kabur melalui pintu samping polres.

Berselang beberapa menit, seorang anggota datang dan melihat pintu ruangan sel terbuka. Anggota tersebut kemudian membangunkan petugas jaga yang masih tertidur pulas. Keduaya berusaha mengejar pelaku yang kabur.

a�?Ketika melihat pintu tahanan terbuka, anggota yang tertidur lalu menggembok lagi sel,a�? kata Wakapolres Kabupaten Bima Kompol Arif Harsono, kemarin (11/5).

Ia mengaku, belum diketahui alat yang digunakan tersangka untuk membuka gembok ruang sel. Pihaknya, kesulitan mengungkap karena gembok tersebut juga ikut dibawa kabur.

a�?Kalau gembok itu dibuka dengan kawat, tidak mungkin. Kita menduga tersangka menggunakan air keras,a��a�� sebutnya sambil menunjukkan ke arah rekaman CCTV.

Arif menjelaskan, Coki sudah lama masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Tersangka ditangkap saat melarikan diri ke wilayah Dompu dua bulan lalu.A�a�?Kita sudah kerahkan anggota untuk mencari tahu keberadaan tersangka,a��a�� katanya.

Ia berharap, masyarakat membantu pihak kepolisian, agar bisa kembali menangkap tersangka. Paling tidak menginformasikan keberadaannya.

a�?Kita sedang mencai pelaku. Saya optimis Coki bisa ditangkap lagi,a��a�� yakin mantan Kapolsek Mataram ini.

Lebih lanjut, Arif menegaskan, dua anggota yang bertugas menjaga tahanan akan diproses. Mereka akan dimintai keterangan terkait kaburnya tersangka Coki.

a�?Dua anggota yang jaga pada malam kejadian akan kita proses. Ini masalah disiplin dan kelalaian,a��a�� tegasnya.

Kaburnya tahanan tersebut merupakan tamparan bagi institusi polres setempat. Karena tahanan begitu mudah kabur dari sel. Padahal ada petugas jaga yang ditempatkan.A�a�?Kita mestinya tidak boleh lengah,a��a�� terangnya.

Ditanya dugaan keterlibatan oknum anggota pada kasus itu? Arif menjelaskan, dilihat dari rekaman CCTV, tersangka Coki memiliki keahlian. a�?Tersangka ini adalah spesialis Curanmor. Sangat ahli membuka kunci dan gembok,a��a�� terangnya.

Untuk mengejar tersangka, pihaknya telah membentuk tim yang dipimpin Kasatreskrim setempat. a�? Tersangka sedang kita buru. Informasi sementara, tersangka masih ada di wilayah Bima,a��a�� sebutnya.

Tidak ingin kecolongan lagi, polres telah memperbanyak pemasangan CCTV dan memperketat penjagaan. Biasanya penjagaan hanya dua orang anggota, kini mereka menambah personel lagi.

a�?Sekarang kita tambah dua orang lagi, sehingga menjadi empat,a��a�� pungkasnya. (jlo/dam/r1)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost