Lombok Post
Metropolis

Harus Tagih Komitmen Pusat!

A�MATARAM – Sejumlah kepala daerah di Provinsi NTB mempertanyakan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pemberantasan narkoba di daerah. Pasalnya, usulan untuk membangun kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di masing-masing kabupaten/kota masih di mentahkan oleh pusat.

a�?Tingkat kerawanan narkoba kita paling tinggi di NTB, tetapi kami bahkan gak punya BNN sendiri,a�? kata Bupati Lombok Barat (Lobar) Faozan Khalid dalam rakor bupati/walikota se NTB di pendopo gubernur, kemari(12/5).

Padahal, daerah sendiri sudah memperjuangkan adanya BNN tersebut untuk memaksimalkan upaya pemberantasan narkoba. Salah satu upayanya dengan menghibahkan lahan sebagai lokasi kantor BNN. Tidak hanya Lobar, menurutnya, seluruh kabupaten/kota di NTB harus memiliki kantor BNN sendiri.

a�?Kita sama-sama perjuangkan ke Menpan agar semua kabupaten/kota di NTB punya BNN,a�? sarannya.

Kritikan senada juga disuarakan oleh Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar. Ia menyayangkan pemerintah pusat sering mengabaikan usulan daerah terkait rencana pembangunan kantor BNN tersebut.

a�?Kita pun sudah berkali-kali bersurat tidak direspon,a�? gerutunya.

Masing-masing kepala daerah tersebut sepakat bahwa narkoba sudah menjadi masalah pelik yang kian menggerogoti masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Najmul mengungkapkan, di KLU, beberpaa pelajar yang pergi melakukan praktik kerja lapangan di tempat wisata kerap terjerumus penyalahgunaan narkoba.

Data ini juga didukung oleh BNN NTB sendiri. NTB menduduki ranking 29 dari 33 provinsi di NTB untuk tingkat kerawanan narkoba. Jumlah penyalahgunaan narkoba di Bumi Sejuta Sapi in terus melonjak. Tahun 2014 sekitar 1,5 masyarakat NTB terjerumus narkoba. Tahun 2015 angkanya meningkat menjadi 1,6 persen.

a�?Narkoba ini sudah merajalela di kalangan pelajar. Bahkan, informasinya juga sudah masuk ke pesantren-pesantren,a�? ungkapA� Kepala BNN Prov. NTB Kombes Pol Sriyanto.

Sementara, Polda NTB juga sudah memetakan daerah mana saja yang terbilang paling rawan disusupi barang haram tersebut. Berdasarkan kajian yang dilakukan, Lombok Barat berada di peringkat pertama sebagai daerah paling rawan narkoba di NTB. Peringkat selanjutnya berturut-turut yakni Lombok Timur, Mataram, dan Lombo Tengah.

a�?Narkoba sudah menyusup ke semua wilayah di NTB. Untuk itu, perlu peningkatan pengawasan di semua pintu masuk. Jalur udara, laut, maupun darat,a�? kata Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Imam Margono.

Sayangnya, pesatnya peningkatan jumlah penyalahgunaan narkoba itu belum berbanding lurus dengan ketersediaan sarana prasarana untuk melakukan rehabilitasi. Terungkap dalam pertemuan itu, NTB masih krisis tempat rehabilitasi.

a�?Kita hanya punya sepuluh kamar rehab di Rumah Sakit Jiwa dan dua di Rumah Sakit Bhayangkara. Itu sangat kurang dibandingkan dengan jumlah pasien yang perlu direhab,a�? kata Sriyanto.

Akibatnya, beberapa pecandu pun terpaksa dikirim ke luar daerah untuk menjalani rehab dengan biaya yang jauh lebih besar.a�?Jika keluarganya mampu, pecandu bisa dikirim ke luar daerah. Bulan ini, sekitar 20 pecandu yang kita kirim,a�? katanya.

Sementara, bagi pecandu lainnya yang kurang beruntung. Mereka terpaksa batal dirawatinap untuk menjalani proses rehab dan hanya difasilitasi untuk berobat jalan.

Sebenarnya, pemerintah pusat sempat menjanjikan untuk membangun pusat rehabilitasi narkoba di NTB tahun ini. Dari provinsi sudah mengibahkan lahan di Lombok Timur untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pusat rehabilitasi. Namun, rencana tersebut belum juga menunjukkan gelagat bakal direalisasikan oleh pusat.

a�?Sekarang kan beda kepala BNN jadi mungkin beda kebijakan lagi. Tapi kita tetap berharap bisa pembangunan pusat rehabilitasi itu bisa segera diwujudkan,a�? kata TGB. (uki)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost