Lombok Post
Politika

Kinerja Kepala Daerah Ikut Menentukan

SOSIALISASI: KPU NTB saat mengadakan sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula di aula kantor Bupati Lobar, kemarin (12/5).

GIRI MENANGA�– Setiap pemilihan umum, tren partisipasi pemilih terus menurun. Untuk, Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB terus berupaya untuk mencegah tren tersebut. Apalagi, 2018 nanti, KPU NTB akan mengadakan empat hajatan besar pilkada.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori tak memungkiri terjadinya penurunan partisipasi di setiap pemilu. Banyak faktor jadi sebabnya. Seperti ketidakpuasan terhadap hasil kinerja kepala daerah, sosialisasi yang kurang tepat dan tidak merata. a�?Bukan pada faktor suka atau tidak suka terhadap orangnya, tapi ketidakpuasan terhadap kinerja kepala daerah,a�? kata Aksar usai sosialisasi pendidikan pemilih pemula di aula kantor Bupati Lobar, kemarin (12/5).

Aksar khawatir, ketidakmampuan kepala daerah dalam menepati janji kampanye, bisa berujung pada turunnya tingkat partisipasi. Hal ini bisa membuat masyarakat apatis dan ditunjukkan dengan cara tidak memilih. a�?Karena mereka merasa tidak ada perubahan, akhirnya tidak memilih. Itu juga jadi kekhawatiran kita di KPU,a�? ujarnya.

Idealnya, setiap kepala daerah yang terpilih, bisa melaksanakan janji kampanyenya. Jika itu bisa dilaksanakan, secara tidak langsung akan mendorong tingkat partisipasi di pemilihan berikutnya. a�?Kalau bisa seperti itu, mewujudkan visi misi, bisa meningkatkan partisipasi nanti,a�? terangnya.

Karena itu, KPU mulai gencar melakukan sosialisasi. Terutama kepada pelajar yang masuk dalam kategori pemilih pemula. Bila dilihat dari persentase, pemilih pemula terhitung 20 persen dari total jumlah pemilih. Menempati posisi kedua.

Menurut Aksar, pemilih pemula sangat spesial. Belum terkontaminasi dengan segala macam praktik politik. Pemilih pemula pun belum banyak yang mampu mengkritisi kinerja kepala daerah. a�?Mumpung pemilih pemula belum terkontaminasi, kita gencarkan sosialisasi ke mereka,a�? ujarnya.

Masih menurut Aksar, pemilih pemula tidak saja menjadi pendorong untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih. Mengurangi angka golongan putih (golput) setiap pemilu. Tetapi bisa juga sebagai penggerak untuk pelaksanaan pemilu yang bersih.

a�?Ya itu tadi, karena mereka belum mengenal dunia politik, belum terlalu kritis, dan tidak mengenal politik transaksional,a�? jelasnya.

Sementara itu Ketua KPU Lombok Barat Suhaimi Syamsuri mengatakan, untuk persiapan pilkada 2018, pihaknya akan membuat duta-duta. Untuk menyisir pemilih pemula di Lombok Barat. Pihaknya pun akan merancang semacam relawan demokrasi.

a�?Rencananya seperti itu,a�? kata dia.

Partisipasi Lobar, kata dia, tidak pernah di bawah rata-rata nasional. Pemilihan sebelumnya saja, partisipasi Lobar mencapai angka 71 persen.

Sejauh ini, menyongsong pilkada 2018 nanti, pihaknya mulai mengajukan anggaran. KPU Lobar mengajukan anggaran pilkada sebesar Rp 31,7 miliar untuk satu putaran. a�?Paling banyak habis itu untuk alat peraga kampanye,a�? ujarnya. (dit/r9)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost