Lombok Post
Headline Kriminal

Kasus TK-SD Model Naik Kelas

Kasipidsus Kejari Selong Iwan Gustiawan

MATARAM – Kejari Mataram mengendus indikasi penyimpangan pengelolaan aset TK-SD Model Mataram. Untuk itu, mereka menaikan kasus tersebut ke tahap penyelidikan.

a�?Ada unsur tindak pidana yang ditemukan, makanya kami naikkan ke tahap penyelidikan,a�? kata Kasipidsus Kejari Mataram Herya Sakti Saad, kemarin (13/5).

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menjadwalkan ekspose. Sebab, permintaan keterangan pihak terkait hampir rampung. Seperti mantan Sekda Kota Mataram HL Makmur Said, Ketua Komite SD-TK Model HL Ahmad Zaini, dan Panitia Pengelola Aset Imam Santoso.

a�?Dari pihak pemkot, komite, dan panitia pengelola aset sudah semua dipanggil dan dimintai keterangan,a�? aku Herya.

Mantan Kasidatun Kejari Mataram ini mengaku, terkahir jaksa meminta keterangan salah seorang bendahara pengelolaan aset HD (inisial).

a�?Terakhir kami minta keterangan bendahara pengelolaan aset,a�? aku dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pengelolaan aset ini tiap tahun beda bendahara. Jadi pihaknya harus meminta keterangan setiap bendahara yang dianggap mengetahui proses pengelolaan aset ini.

a�?Kalau HD ini tidak banyak tahu. Kami juga sudah minta bendahara yang lain,a�? aku dia.

Ia menambahkan, kasus ini belum memunculkan tersangka. Pihaknya masih mengumpulkan alat bukti. Jika dua alat bukti sudah dikantongi, pihaknya akan menaikkan ke tahap selanjutnya (penyidikan).Pengelolaan anggaran aset ini ada dugaan bermasalah.

Besaran nilai transfer dana imbal swadaya dari 2004-2009 terdapat selisih. Nilai bantuan pusat berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berbeda.

Merujuk dari dokumen berita acara serah terima aset TK-SD Model dari Pemkot Mataram maupun Unram tertanggal 28 Juni 2014, nilai transfer APBN dari 2004-2009 sebesar Rp 13.486.748.884.

Sementara itu dari pusat berdasarkan surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, gelontoran uang dari 2004-2009 Rp 15,5 miliar. Besaran itu belum termasuk dana pendamping Pemkot Mataram 30 persen yang diklaim lebih dari Rp 7 miliar. (jlo/r3)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost