Lombok Post
Headline Metropolis

Miliaran Potensi PAD Hilang

Najmul Akhyar
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar

MATARAM – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Najmul Ahyar memastikan rencana penertiban penyebrangan langsung kapal cepat dari Bali ke Gili Trawangan bukan sekedar isapan jempol.Penertiban itu dipastikan terealisasi dalam tahun ini.

a�?Tahun ini sudah mulailah penertiban langsung kapal cepat itu,a�? tegas Najmul.

KLU pun mengaku terus berkoordinasi dengan jajaran SKPD terkait di Pemprov NTB untuk memuluskan rencana penertiban kapal cepat itu. Mulai dari menyiapkan regulasi hingga memaksimalkan sarana prasarana untuk mendukung rencana penertiban kapal cepat itu.

Najmul tak menampik banyak pihak yang mencoba menghalau penertiban kapal cepat ini. Mereka memiliki kepentingan masing-masing sehingga menentang rencana pemerintah untuk menghentikan penyebrangan langsung dari Bali ke tiga gili.

Namun, orang nomor satu di KLU itu memastikan tak goyah oleh berbagai suara miring yang tak setuju oleh rencana penertiban itu. Termasuk suara penolakan dari para pengusaha kapal cepat di Bali yang menentang.

a�?Ya kita tidak perlu minta persetujuan pelaku usaha kapal cepat itu. Ini kan daerah kita dan kita punya otoritas membuat kebijakan,a�? kata Najmul.

Ia memastikan molornya rencana penertiban kapal cepat itu bukan disebabkan pengaruh kepentingan lain. Melainkan lebih pada persiapan sarana prasarana untuk menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan ketika penyebrangan langsung dihentikan.Tahun ini, lanjut Najmul, KLU akan membangun pelabuhan berskala besar di Teluk Nara.

a�?Nantinya, semua kapal cepat dari Bali atau dari daerah mana pun harus transit ke pelabuhan Teluk Nara itu. Tidak bisa lagi langsung bersandar di Trawangan,a�? kata Najmul.

Najmul sendiri melihat bahwa penertiban kapal cepat itu merupakan hal yang krusial. Tidak saja untuk menyelematkan ekosistem bawah laut yang disinyalir rusak akibat lalu linta kapal cepat yang menyebrang langsung dari Bali ke Trawangan.

Penertiban kapal cepat itu juga untuk memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa diperoleh dari masuknya wisatawan ke Trawangan.

Selama ini, banyak wisatawan dari Bali yang ke Trawangan menggunakan kapal cepat tak membayar retribusi ke daerah karena sulitnya pengawasan akibat penyebrangan langsung.a�?Miliaran potensi PAD setiap tahun, hilang akibat penyebrangan langsung kapal cepat ke Trawangan,a�? lanjutnya. (uki)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost