Lombok Post
Metropolis

Prihatin Kunci Jawaban Beredar

MATARAM – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyoroti beberapa aduan terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN), baik yang telah dilaksanakan SMA dan SMP. Terutama terkait banyaknya temuan pelanggaran prosedur operasional standar (POS). Yang paling ramai, disoroti masih kasus klasik, yakni beredarnya kunci jawaban.

a�?Faktanya, kalau ada kunci jawaban yang beredar, ini yang kita sayangkan,a�? kata Mohan.

Kehawatiran Mohan, cukup beralasan. Semangat bersaing secara jujur dan sehat, terancam luntur. Jika saja, isi kunci jawaban itu semuanya benar, tentu bisa mempengaruhi psikologi beberapa siswa yang sudah berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

Pada akhirnya nanti, pola ini dikhawatirkan berdampak tidak sehat, bagi siswa di Kota Mataram. Ada yang mempersoalkan kunci jawaban itu beredar ada yang menunggu-nunggu kunci jawaban sehingga jadi malas belajar.

a�?Ada yang resah sudah belajar dengan sungguh-sungguh. Tapi ada juga yang berkespektasi dengan kunci jawaban, nah ini kan tidak sehat bagi pendidikan di kota Mataram),a�? tegas Mohan.

Bagi Mohan, peran orang tua sangat sentral. Membangun rasa percaya diri anak-anak mereka. Agar tidak berbuat tidak jujur selama mengikuti ujian. Sebab, banyak desas-desus yang beredar, tak hanya anak, orang tua juga ada yang ikut terlibat, mencari kunci jawaban untuk anaknya.

a�?Kalau orang tua ikut mencari kunci jawaban, bayangkan apa yang terjadi, meski nanti anak-anak mereka bisa mendapat sekolah atau universitas favorit. Ingat kompetitif loh disana,a�? tandasnya.

Terpisah Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman mengatakan, yang terpenting saat ini adalah membangun keyakinan anak-didik, bahwa kunci jawaban yang beredar itu isinya tidak benar.

a�?Kan belum ada lembaga terpercaya yang mengatakan secara pasti bahwa kunci jawaban itu benar. Itu pantas diragukan,a�? kata Herman.

Lebih jauh, persoalan ini sekaligus momentum tepat untuk mendorong Kota Mataram di tahun depan harusnya sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jangan lagi Paper Based Test (PBS). Karena dari temuan-temuan yang ada kunci jawaban yang beredar rupanya juga sampai menjabarkan semua jawaban untuk jenis paket.

a�?Jadi, tahun depan semua harus UNBK, karena terbukti dengan cara ini, kecurangan bisa diminimalisir,a�? tandasnya.(cr-zad/r4)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost