Lombok Post
Praya

Selain Ibadah, Belajar Jadi Urusan Wajib

BOKS
BERPRESTASI: Inilah Siti Inayati Apriyanti, siswi berprestasi peraih nilai tertinggi Ujian Nasional untuk mata uji Bahasa se NTB, beberapa waktu lalu.

Siti Inayati Apriyanti adalah, siswa SMA I Praya, Lombok Tengah (Loteng) yang merupakan, salah satu peraih nilai tertinggi Ujian Nasional tahun ini. BahkanA� untuk jurusan bahasa se NTB dialah jawaranya.

***

A�APRIYANTIA�– panggilan akbarnya-mengaku kaget dan masih tidak percaya, begitu namanya disebut-sebutA� meraih nilai tertinggi UN tingkat SMA di jurusan bahasa se Bumi Gora. Dia mendengar informasi itu, melalui kerabatA� di Mataram yang membacanya di media masa.

Dia bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada guru dan orang tuanya. Anak ketiga dari pasangan M Tohri dan Mustaah itu, meraih total nilai UN 498,5. Terdiri dari mata pelajaran bahasa Indonesia 88, bahasa dan sastra Indonesia 90, matematika 92,5, antropologi 80, bahasa dan sastra Jerman 94 serta bahasa Inggris 54. a�?Nilai saya tidak memuaskan di bahasa Inggris saja. Yang lain, Alhamdulillah,a�? ujar Apriyanti.

Untuk mendapatkan nilai tertinggi itu, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Gadis yang lahir di Praya, 11 April 1998 tersebut, berpacu dengan belajar dan belajar. Tidak saja, menjelang ujian. Tapi, jauh-jauh hari.

Sejak duduk di bangku kelas X hingga XII, Apriyanti juga meraih juara I di kelasnya. Belajar bagi Apriyanti, merupakan urusan wajib, setelah menyelesaikan salat dan membaca alquran. Ketekunan yang selama ini dijalankan, akhirnya terjawab sudah, begitu dia peraih nilai tertinggi UN tahun ini.

Bagi Apriyanti, pretasi semacam itu tidak pernah dibayangkan. Atas keberhasilannya itu, STKIP Hamzanwadi Selong Lombok Timur (Lotuim), menerimanya tanpa tes.

Awalnya, dia ingin mencari ilmu ke Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar atau Universitas Mataram (Unram). Hanya saja, kedua orang tuanya, menginginkan dia masuk Hamzanwadi. Menurut gadis yang bercita-cita ingin menjadi guru atau dosen tersebut, dimana pun seseorang menuntut ilmu, yang penting berprestasi dan berhasil. a�?Insya Allah, saya menargetkan selesai kuliah 3,5 tahun,a�? cetusnya.

Apriyanti menceritakan, kesehariannya di sekolah maupun rumah, tidak ada bedanya dengan mereka diluar sana. Kecuali, berbicara ketekunan dan kedisiplinan. Jika waktunya salat dan mengaji, maka diikuti pula dengan belajar. Walau hanya beberapa menit, yang penting belajar.

Namun begitu UN, pola belajar diperketat dan diperbanyak. Yang tidak kalah pentingnya adalah, salat tengah malam dan berpuasa. a�?Alhamdulillah, begitu saya melihat soal, dengan mudah saya jawab. Kecuali, bahasa Inggris saja,a�? ujarnya sembari tersenyum.

Kedepannya, gadis yang tinggal di Lingkungan Meteng Praya itu, kembali bergelut dengan belajar. Dia berharap, adik-adiknya di SMA I Praya bisa mengikuti dan melampaui apa yang diraihnya kini. Selamat,A� Apriyanti.(Dedi shopan shopian/Lombok tengah/r3)

 

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost