Lombok Post
Politika

Mantap, KPU NTB Punya PPID

Terbuka : Sejumlah petugas PPDI KPU NTB tampak serius melayani pemohon informasi. Tampak seorang siswi sekolah sedang memohon informasi terkait kepemiluan di KPU NTB beberapa waktu lalu

MataramA�– Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB terus berbenah. Tidak saja unggul dalam mengawal pemilu, KPU NTB juga unggul dalam keterbukaan informasi publik. Tidak heran jika KPU NTB merupakan empat terbaik se-Indonesia sebagai satuan kerja yang menjalankan peraturan.

Bagaimana tidak, KPU NTB akhir-akhir ini terus menuai sorotan publik, terutama KPU dari luar daerah. Tidak sekadar berhasil mengawal tahapan pemilu baik pilkada, pemilu legislatif, maupun pemilu presiden, beragam prestasi pun diraih.

Tidak heran jika KPU NTB kerap menjadi percontohan dan dikunjungi sejumlah KPU dari sejumlah daerah di Indonesia. Transparan. Ya, kata itulah yang selalu terungkap dari sejumlah punggawa KPU NTB. a�?Kami memaksimalkan transparansi publik sehingga semua bisa mengakses apapun,a�? kata Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori kepada Lombok Post, beberapa waktu lalu.

Memang lambat laun banyak perubahan yang dilakukan KPU NTB. Salah satunya terkait transparansi informasi publik. Semua basis informasi mengenai kepemiluan, demokrasi, serta data-data menyangkut jumlah pemilih serta sejarah kepemiluan bisa diperoleh dari kantor ini.

Informasi itu pun disediakan baik untuk individu, lembaga, mahasiswa, pelajar, dan lainnya. Untuk itulah, KPU NTB membentuk Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID). Itu dilakukan sebagai upaya menindak lanjuti undang-undang keterbukaan informasi publik.

Tidak sulit untuk memperoleh informasi di KPU NTB. Sekretaris KPU NTB Mars Ansori Wijaya mengatakan, pihaknya sudah membentuk struktur PPID yang terdiri atas tim desk pelayanan, tim penghubung, dan penjabat penanggung jawab.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan KPU akan dilayani oleh tim PPID KPU NTB. Prosedurnya pun cukup mudah yakni melapor kepada desk pelayanan dan selanjutnya akan disediakan formulir. a�?Kami akan memberi banyak kemudahan untuk memperoleh informasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,a�? ujar Mars Ansori Wijaya.

Setelah mengisi formulir, selanjutnya diserahkan kepada tim penghubung yang akan bekerja cepat untuk mencarikan informasi yang dibutuhkan. Hanya saja, tentu tim penguhubung akan mengkomunikasikan kepada PPID menyangkut informasi yang dimohonkan tersebut.

Lagipula, sesuai ketentuan undang-undang tentang keterbukaan informasi publik, ada juga informasi yang dikecualikan. Ada juga informasi yang masuk katagori rahasia yang tidak dapat diakses publik. Setidaknya dibutuhkan waktu maksimal tiga hari untuk memperoleh informasi terutama yang berkaitan dengan data-data.

Ansori mengatakan jika petugas tersebut ragu-ragu untuk memberikan informasi yang dimohonkan, pihaknya akan berkonsultasi dengan penjabat berwenang terutama menyangkut keabsahan hukumnya. Hingga saat ini, setidaknya sudah puluhan informasi yang sudah diberikan kepada masyarakat baik untuk kepentingan penelitian, refrensi, maupun keperluan lainnya.

KPU pun tidak segan-segan untuk menyampaikan kepada pemohon informasi jika yang diminta terkait informasi yang dikecualikan. Ansori mencontohkan bagaimana pihaknya didatangi pemohon yang meminta informasi riwayat pendidikan salah satu wakil rakyat. a�?Itukah termasuk informasi mengenai data pribadi seseorang sehingga harus dikonfirmasi kepada yang bersangkutan karena itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,a�? paparnya.

Untuk memudahkan masyarakat, pihaknya juga memanfaatkan media elektronik. Melalui e-PPID, KPU NTB telah mengupload berbagai data dan informasi. Dia optimistis kedepannya masyarakat akan semakin dekat dengan KPU tidak hanya saat pemilu, tapi tentu sebagai bagian dari pendidikan politik dan demokrasi. (tan/r9)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost