Lombok Post
Headline Pendidikan

Indofood Danai Penelitian dan Skripsi

MATARAM a��Kabar gembira, ada program Indofood Risert Nugraha (IRN) yang mendorong mahasiswa NTB menelitian atau membuat skripsi. Mahasiswa akan diberikan bantuan dana.

a�?Kuota bagi mahasiswa ini tak terbatas. Namun diseleksi berdasarkan apa yang akan diteliti,a�?kata Manager CSR Indofood Dwi Setyo Irianingsing, kemarin (19/5).

Mendorong mahasiswa NTB meneliti, Indofood menggelar sosialisasi kepada mahasiswa di NTB di Rektorat Universitas Mataram (Unram). Ratusan mahasiswa NTB mengikuti sosialisasi terkait bagaimana menyusun penelitian yang akan dianggarkan langsung Indofood.

Dalam penelitian ini Indofood melibatkan pakar dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia dalam menyeleksi proposal yang masuk. Seperti Prof Eko Handayanto dari Universitas Brawijaya, Budy Prasetyo dari Universitas Gajah Mada (UGM), Dr Widaya Lukito dari Universitas Indonesia (UI), dan PT lainnya.

a�?Kalau biaya penelitian besar maka akan ditambah budget yang akan diberikan,a�? kata Dwi.

Kisaran dana diberikan kepada mahasiswa Rp 5 juta sampai Rp 23 juta. Tergantung kebutuhan penelitian. Penelitian ini bukan hanya dari pangan saja, namun dari segala aspek bisa diteliti. Seperti aspek ekonomi, sosial, dan budaya.

“Bukan hanya mahasiswa dari NTB saja yang mendapat kesempatan ini, namun mahasiswa di Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu pakar penelitian pangan Eko HandayantoA� mengatakan, program IRN ini telah mendanai lebih dari 611 proposal penelitian dari 4.554 proposal yang diajukan pada program ini.

a�?Jika penelitian bagus maka bisa ditambah dananya,a�? urainya.

Belum lama ini,A� sambungnya, ia sudah memberikan pelatihan kepada 25 mahasiswa di NTB terkait penelitian. Ia memberikan pelatihan membuat proposal dan skripi.

a�?Mudah mudahan penelitian mahasiswa ini bisa lolos nantinya,a�? ujar dosen Universitas Brawijaya ini.
Eko menjelaskan, dalam penelitian bagian yang paling penting kendala dalam penelitian tersebut. Masalah dihadapi dalam penelitian akan membuat mahasiswa penasaran dan mencari hasil solusinya. a�?Biasanya banyak kesalahan pada akar permasalahan lantaran mahasiswa kurang membaca,a�? imbuhnya.

Dosebutkan, tiap tahun ada 300 proposal yang masuk. Jika ada penelitian yang bagus terkait pangan bisa langsung dibiayai Indofood dengan jalur yang berbeda.

a�?Penelitian mahasiswa sekarang ini dari dana CSR. Kalau ada yang bagus akan dibiayai dari luar CSR,a�? tutupnya. (jay/r11)

Berita Lainnya

Tujuh Warga Jadi Tersangka

Redaksi LombokPost

Kades Sukamulia Buronan Polisi

Redaksi LombokPost

Calon Komisioner Gagal Somasi KPU

Redaksi LombokPost

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post