Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Syukur Kalah, Bupati Cantik Lega

BUPATI BIMA, HJ INDAH DHAMAYANTI PUTRI
BUPATI BIMA, HJ INDAH DHAMAYANTI PUTRI

BIMA – Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri merasa lega. Karena, gugatan H Syafrudin HM Nur dan H Masykur (Syukur) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram ditolak.

Majelis hakim menolak gugatan terkait keabsahanA� ijazah paket C atas nama Hj Indah Dhamayanti Putri.

a�?Saya lega dengan putusan PTUN. Ini berkat doa��a dan dukungan masyarakat Kabupaten Bima,a��a�� ungkapnya di Kantor Bupati Bima, kemarin (19/5).

Keputusan majelis hakim PTUN atas perkara itu, katanya, sudah tepat. Ia siap menghadapi jika penggugat belum puas dan melakukan upaya banding.

a�?Silakan (banding), itu hak penggugat. Kita tidak takut,a��a�� tegas bupati perempuan pertama di Bima ini.

Sebagai warga negara yang baik, Dae Dinda sapaan akrabnya, siap menghadapi upaya banding tersebut. Ia optimis hukum tetap berpihak pada yang benar.

a�?Kita sama-sama lihat nanti. Apa mereka serius ajukan banding atau tidak,a��a�� ujarnya.

Penasehat Hukum Hj Indah Dhamayanti Putri, Ilyas Sarbini mengatakan, banding itu hak penggugat. Alasannya, karena tidak menerima putusan PTUN Mataram.

a�?Kami siap melayani jika penggugat banding,a��a�� tegasnya.

Menurut dia, putusan PTUN Mataram atas sengketa ijazah paket C itu sudah tepat. Karena penggugat dianggap tidak memiliki keterkaitan langsung dengan tergugat. Terlebih lagi, merasakan dampak langsung dengan terbitnya ijazah tersebut.

a�?Kita tidak masalah jika mereka banding. Tapi kalau bisa upaya itu ditahan, karena berimplikasi pada masyarakat Kabupaten Bima,a��a�� harapnya.Ia menjelaskan, jika upaya hukum terus dilakukan. Tentu efeknya terhadap pembangunan daerah.

a�?Sebaiknya kita bersatu. Jangan lagi ada pengkotak-kotakan,a��a�� ajak dia.

Gugatan dinilai tidak mempengaruhi hasil Pilkada. Karena pemilihan kepala daerah oleh KPU sudah dilewati dan telah ditetapkan pemenangnya.

Ia menjelaskan, H Syafrudin HM Nur dan H Masykur sebelumnya berupaya menggugat KPU Bima. Namun, gugatan itu ditolak PTUN Mataram karena materi gugatan telah dilewati.

a�?Mereka mengajukan gugatan beberapa hari setelah KPU menetapkan pemenang Pilkada. Karena itu materi gugatan ditolak,a��a�� jelasnya.

Pasangan Syukur kemudian melanjutkan gugatan pada Dikpora Kabupaten Dompu dan kliennya Hj Indah Dhamayanti Putri. Karena saat ujian paket C di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Dompu, Dae Dinda dianggap tidak hadir. Dikpora Kabupaten Dompu digugat lantaran mengeluarkan ijazah tersebut.

a�?Jadi jelas gugatan itu tidak berefek pada Pilkada. Karena hanya persoalan ijazah,a��a�� terangnya.

Ditanya ada unsur pidana dalam kasus itu mengingat penggugat berniat melaporkan secara pidana?A� Ilyas menegaskan, tidak ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

a�?Jika ingin melapor secara pidana silakan saja. Tapi pelanggaran pidananya dimana,a��a�� tanya mantan anggota KPU NTB ini.

Kliennya, kata Ilyas, memperoleh ijazah tersebut dengan melewati tahapan yang berlaku. Mulai dari proses pendaftaran hingga mengikuti ujian nasional untuk mendapatkan ijazah.

a�?Kita punya bukti, klien kami mengikuti ujian. Bahkan tercatat dalam buku induk Dikpora Dompu,a��a�� tandasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum penggugat, Syamsudin menegaskan, pihaknya akan mengambil upaya banding atas putusan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram.

a�?Putusan hakim PTUN Mataram Nomor 03/G/2016/PTUN Mtr masih sumir. Kami akan mengajukan banding ke PTTUN Surabaya,a�? tegasnya, kemarin (18/5). (dam/r1)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost