Lombok Post
Metropolis

Waspada! DBD Masih Mengancam

ilustrasi DBD

MATARAMA� a�� Nyamuk Aedes Aegypti belum akan menyerah. Penyebaran demam berdarah dengue (DBD) masih membayangi setidaknya hingga pertengahan tahun mendatang. Masyarakat pun diminta tetap waspada. a�?Ini disebabkan fenomena La Nina yang diperkirakan akan melanda sekitar bulan Juli hingga Agustus mendatang,a�? kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Lingkungan P2L Dikes NTB dr Ketut Artastra, kemarin (19/5).

A�Diberitakan sebelumnya, La Nina adalah fenomena mendinginnya suhu muka laut di Samudra Pasifik area khatulistiwa, yang mendorong bertambahnya suplai uap air bagi Indonesia. Fenomena ini juga diistilahkan sebagai kemarau basah. a�?Cuaca tidak menentu tapi intensitas hujan cukup sering,a�? jelas Artastra.

Situasi tersebut mendukung berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab DBD. Menghadapi ini, maka dianjurkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah penyakit DBD. Sehingga tindakan mitigasi, antisipasi, dan adaptasi terhadap kondisi iklim yang kurang menguntungkan makin diperlukan.

Sebelumnya, Dikes sempat meramalkan wabah DBD akan berakhir hingga April. Namun, kenyataannya, korban dari gigitan nyamuk tersebut terus bertambah dan kasus korban meninggal pun tetap mengemuka. a�?Tahun 2016 ini memang terjadi peningkatan kasus DBD. Bahkan, jumlah penderita DBD hingga saat ini sudah melebihi penderita DBD sepanjang tahun 2015,a�? beber Artastra.

A�Dikes NTB menyebut perubahan iklim yang ekstrim sebagai penyebab. Sejak akhir 2015, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya antisipasi dengan berkoordinasi bersama kabupaten/kota. a�?Tapi ada kabupaten/kota yang kurang maksimal melakukan antisipasi. Ada yang cuma melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk sekali. Padahal harusnya berkali-kali,a�? ungkapnya.

A�Ia menekankan, kasus DBD hanya bisa ditekan dengan kesadaran semua pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan pengasapan atau fogging. a�?Fogging itu hanya akan membunuh induknya. Itu solusi paling akhir,a�? katanya.

A�Mengantisipasi ancaman DBD, ia menekankan keterlibatan kader posyandu juga harus lebih aktif. Masyarakat tidak bisa hanya bergerak atau sadar ketika ditemukan kasus. Melainkan butuh pencegahan dini.

A�Lebih lanjut dijelaskan, La Nina tidak hanya mempengaruhi prevalensi kepada penyakit demam berdarah, tetapi juga dapat mempengaruhi prevalensi penyakit-penyakit lain. Termasuk yang tak kalah berbahayanya adalah malaria. (uki/r9)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost