Lombok Post
Giri Menang Headline

Aktivitas Hiburan Malam Dibatasi

BAKAL DIBATASI: Suasana malam hari di ruas jalan utama kawasan wisata Senggigi. Selama bulan puasa nanti, jam operasional tempat hiburan malam di tempat ini akan dibatasi.

GIRI MENANG – Bulan Ramadan segera menjelang. Pemkab Lombok Barat (Lobar) bersiap-siap mengatur aktivitas hiburan malam di wilayah pariwisata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar Mochammad Taufiq mengatakan, akan ada batasan untuk seluruh tempat hiburan malam di Lombok Barat saat Ramadan. Spa, karaoke, diskotik, arena biliar, dan live music akan diberlakukan jam buka dan tutupnya. a�?Akan ada batasan untuk tempat hiburan malam,a�? kata Taufiq.

Apakah tidak merugikan pendapatan daerah? Taufiq menepis itu. Dijelaskan, pemerintah telah berhitung dengan matang terkait rencana pembatasan aktivitas hiburan malam. Hanya saja, untuk mengetahui seberapa besar potensi, dirinya akan mengadakan rapat dengan instansi terkait. a�?Kita rapatkan dulu. Tapi memang harus dibatasi aktivitas hiburan saat Ramadan,a�? ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Lobar Zahar Mahmud berharap pemkab melibatkan mereka untuk membahas kebijakan yang akan dikeluarkan. Selama ini, kata Zahar, pemkab hanya mengeluarkan imbauan satu arah, tanpa melibatkan pengusaha dalam merancang waktu buka tutup tempat hiburan malam. a�?Kita ingin duduk bersama pemerintah, agar ada win-win solution untuk kedua pihak,a�? harapnya.

Zahar mengatakan, pengusaha pada dasarnya tidak keberatan dengan pembatasan akitivitas hiburan malam. Hanya saja untuk masalah keamanan, tidak juga diberlakukan dengan sangat ketat.

a�?Tahun lalu aparat penegak hukum disebar di setiap tempat hiburan malam. Kami minta untuk tidak seperti itu lagi tahun ini,a�? imbuhnya.

Terkait pendapatan yang berkurang dengan rencana pembatasan itu, Zahar tak menampiknya. Apalagi kondisi pariwisata di Senggigi yang lesu. Mempengaruhi raihan pendapatan pengusaha hiburan malam. a�?Memang kelihatannya saja ramai, tapi biaya operasional lebih tinggi dari pendapatan,a�? keluhnya.

Sehingga Zahar menekankan sekali lagi kepada pemkab, untuk melibatkan mereka sebelum mengeluarkan himbauan pembatasan saat Ramadan.(dit/r1)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost