Lombok Post
Kriminal

Gedung TES Tsunami Terhambat Tim Ahli

DIDUGA BERMASALAH: Inilah Gedung TES Tsunami terus diusut oleh Polda NTB terkait dugaan korupsi terhadap spesifikasi bangunan. Gedung ini terdapat di Desa Bangsal, Pemenang, Lombok Utara.

MATARAM – Dugaan korupsi kasus gedung Tempat Evakuasi Sementara (TES) Tsunami masih ditangani Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB. Namun, kasus gedung di Desa Bangsal Lombok Utara tersendat tim ahli.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti menuturkan, Kasus yangA� mencuat 2015 lalu ini masih dalam penyelidikan. Saat ini, tim masih berkoordinasi dengan tim ahli februari lalu.

a�?Kita masih menunggu hasil dari tim ahli,a�? ungkapnya.

Dalam kasus tersebut yang menjadi permasalahan dalam kasus itu terdapat pada konstruksi bangunannya. Sehingga, tim mencoba untuk bekerjasama dengan tim ahli dari Institut Tekhnologi Surabaya (ITS).

a�?Gedung itu sudah diperiksa oleh tim ahli dari ITS,a�? ucapnya. Yang menjadi titik fokus Lanjutnya, terletak pada kesesuaian spesifikasi bangunan dengan data yang sudah ditelaah.

a�?Secara legalitas, yang bisa memberikan keterangan yang valid terkait dengan konstruksinya adalah saksi ahli,a�? imbuhnya.

Tribudi menjelaskan, penyidik juga telah mengklarifikasi sejumlah pihak yang berkaitan dengan pembangunan gedung empat lantai itu. Baik itu dari kontraktornya maupun dari saksi lainnya.

“Ada dari instansi pemerintahan maupun pihak ketiga yang mengerjakan pembangunannya yang sudah kita periksa,” ucapnya.Diketahui, Gedung TES di NTB ini direalisasikan oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya NTB.

Kemudian yang bertindak sebagai pelaksana proyek gedung berdaya tampung 3.000 jiwa itu.dikerjakan PT Waskita Karya. Pembangunan tersebut dimulai Agustus 2014. Sementara itu, dana yang digelontorkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).A� mencapai Rp 21 miliar. (arl/r3)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost