Lombok Post
Headline Selong

Ketua Fraksi Gerindra Dapat SP3?

gerindra
BERSAHABAT: (dari kiri) Ketua Fraksi Gerindra Lotim H Maidy dan Ketua DPC Gerindra Lotim L Sawaludin bersama memberikan bantuan beberapa waktu lalu, kini keduanya terlibat perang dingin masalah partai.

SELONG – Ketua Fraksi Gerindra Lombok Timur (Lotim) H Maidy di SP3 (Surat Peringatan Ketiga). Itu setelah dia tak mengindahkan sejumlah surat terdahulu, termasuk SP1 dan SP2 yang dilayangkan padanya oleh DPC Gerindra Lotim. a�?Saya belum terima suratnya,a�? kata H Maidy kepada Lombok Post, kemarin.

Dia mengatakan tak tahu menahu perihal SP1, SP2, SP3 yang diberikan padahal. Beberapa hari terakhir anggota DPRD Lotim tersebut mengaku sibuk dengan urusan pelantikan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB, termasuk Lotim di Mataram.

a�?Coba nanti saya tanya staf di dewan dulu, suratnya ada atau tidak,a�? jawabnya.

Dalam surat yang diterima koran ini tertanggal 16 Mei lalu, Maidy dikatakan sudah mendapat SP3. Dia bahkan diwajibkan memberi klarifikasi dalam 2×24 jam hingga paling lambat 19 Mei lalu.

a�?Kami menyampaikan surat peringatan ketiga kepada saudara dan berharap saudara dapat bekerja sama sebagaimana mestinya,a�? bunyi salah satu kutipan surat yang dirtandaangani Ketua DPC Gerindra Lotim L Sawaludin itu.

Masih dalam surat yang sama ada sembilan butir perintah yang diberikan pada Maidy dalam SP1 dan SP2. Seperti melapor kegiatan selaku anggota dewan dari Gerindra, termasuk melapor alokasi penggunaan iuran wajib. Sedang pada SP3 ada tambahan lain seperti klarifikasi maksud laporan fraksi terhadap partai ke kepolisian dan kalrifikasi stempel DPC tanpa pemberitahuan yang dikeluarkannya.

a�?Biarkan pleno yang akan memberi jawaban atas prilaku mereka,a�? kata Ketua DPC Gerindra Lotim L Sawaludin saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan Ekspedisi surat dan penerima sudah jelas. Tak bisa dibohongi dengan mengatakan belum menerima surat sebagai alasan. Ditanya mengenai sanksi yang akan diterima setelah SP3 tak diindahkan, ia menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme partai di pusat. Namun secara garis besar, SP3 sudah termasuk pelanggaran berat dalam AD/ART partai. a�?Kita lihat nanti, pusat akan memberikan sanksi,a�? tandasnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost