Lombok Post
Headline Selong

Pemda Lotim Dianggap Arogan

Pemda Lotim
DIALOG: Sejumlah perwakilan mahasiswa dan pemerintah saat membahas persoalan HTI Sambelia, Lombok Timur, Sabtu (21/5) lalu.

SELONG – Persoalan Hutan Tanaman Industri (HTI) Sambelia, Lombok Timur A�seolah begitu sulit untuk mencapai titik temu. Yang terbaru, sejumlah mahasiswa menuding pemerintah arogan dengan mengusir warga dari hutan yang telah lama mereka tinggali. Karena itu mahasiswa A�menyerukan perlawanan atas sikap pemerintah tersebut.

A�a�?Masyarakat diusir demi perusahaan, dimana hati nurani pemerintah,a�? ketus Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lombok Timur (Lotim) Arif Rahman, Sabtu (21/5) lalu.

Pengusiran dianggap menyalahi kesepakatan. Pasalanya fasilitas pengganti atas rumah-rumah warga belum dibangunkan. Kemitraan yang dijanjikan juga belum dijalankan PT Sadana selaku pemegang izin. Bahkan belakangan diketahui, kemitraan yang sedang disusun justru tidak dengan warga setempat yang bersengketa.

a�?Sudah mulai main gusur, masyarakat tak dianggap,a�? keluhnya.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat A�dengar pendapat yang diadakan di DPRD Lotim akhir pekan kemarin. Turut hadir juga perwakilan pemerintah dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) dan Bakesbangpoldagri Lotim.

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lotim, M Gazali bahkan mengatakan pemerintah sudah bermain dan lupa tugas dan fungsinya menyejahterakan masyarakat. Padahal investasi menurutnya harus memberi dampak positif.

a�?Kami menduga ada aliran dana, makanya mereka pro ke pengusaha,a�? sindirnya.

Mahasiswa sempat kesal ketika Kasubbid Penanggulangan Konflik, Abdul Manaf yang menjadi utusan Bakesbangpoldagri Lotim tak bisa memberi penjelasan. Dia mengaku tidak tahu menahu permasalahan tersebut, sehingga tak berani berkomentar. Kehadirannya hanya menggantikan kepala yang sedang berhalangan dan kepala bidang (kabid) yang sedang sakit.

a�?Saya tidak tahu (tidak mengerti,red),a�? katanya disambut cemooh sejumlah mahasiswa.

a�?Kalau begitu bapak pulang saja,a�? teriak sejumlah mahasiswa.

Setelah massa berhasil ditenangkan, Giliran Dishutbun Lotim yang memberi jawaban. Kali ini oleh Kabid Pengelola dan Pengawasan Hutan L Nadi Abidin. Menurutnya masalah Sambelia sudah sampai pusat, sehingga harus segera diselesaikan. Dia dengan tegas menolak jika pemerintah dikatakan sewenang-wenang.

Menurutnya sebelum pengusiran dilakukan, sudah ada rangkaian proses panjang.A� Ada sejumlah surat peringatan yang sudah dikeluarkan pada masyarakat penggaran. Dasar pengusiran, dasar perusahaan masuk, dan sikap pemerintah juga sudah jelas dalam berbagai surat yang pernah dikirimkan. Ada juga serangkaian pertemuan yang dilakukan membahas persoalan itu.

a�?Aturan juga mengatur siapapun tak boleh gunakan hutan sebagai tempat tinggal, menggarapnya, dan melakukan alih fungsi,a�? tukasnya.

Penolakan yang dilakukan mahasiswa kali ini makin memperpanjang persoalan HTI Sambelia. Hingga kini masih ada masyarakat yang bertahan di tanah hutan yang sudah bertahun-tahun digarapnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost