Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Suku Bunga KUR, Bisa Untung Bisa Rugi

Suku Bunga
MENAGIH: Petugas koperasi sedang menagih simpanan wajib dari anggotanya di Pasar Duman, Lombok Barat, belum lama ini.

Kehadiran KUR dengan suku bunga yang rendah bisa menguntungkan bisa juga merugikan. Benarkah? Tidak hanya sesama bank penyalur berlomba merebut pasar. BPR dan koperasi yang notabene pangsa pasarnya UMKM di buat mati kutu dengan kehadiran KUR.

MATARAM – Saat ini terjadi persaingan yang sangat ketat dalam dunia perbankan. Apalagi sejak diluncurkannya suku bunga murah versi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), ini menjadi kabar yang menggembirakan. Karena dengan bunga pinjaman sebesar 9 persen per tahun, menjadikan pelaku UMKM lebih leluasa mengelola usahanya.

Sedangkan bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi, adanya KUR menjadi tantangan yang sangat berat. Bukan hanya proses pemasaran (menjual kredit, Red) kepada masyarakat, tapi juga bagaimana mempertahankan nasabah yang sudah ada jangan sampai berpindah ke bank lain.

a�?Kami kelabakan. Pasar kredit mikro yang selama ini menjadi sasaran kami perlahan-lahan mulai tergerus oleh KUR,a�? ujar Ketua Perbarindo NTB Yanuar Alfan pada Lombok Post, belum lama ini.

Bila harus bersaing melawan suku bunga KUR, jelas pihak BPR tidak akan mampu dan pasti kalah telak. Hal ini karena BPR masih bergantung pada dana simpanan masyarakat. Dimana suku bunga simpanan yang di jamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) masih sebesar 10 persen per tahun. Bunga tabungannya saja dikisaran angka 7 persen per tahun.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh pihak BPR dalam menyikapi bunga KUR yang rendah ini adalah dengan meningkatkan mutu layanan atau service kepada seluruh nasabahnya. Baik dalam proses penyebaran kredit (kecepatan proses kredit, Red) maupun dalam hal pelayanan kepada nasabah.

Adanya kebijakan bunga murah KUR ini, sebaiknya diikuti oleh kebijakan lain yang melibatkan pelaku usaha khususnya lembaga penyalur kredit seperti BPR dan koperasi. Jangan sampai keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat pelaku UMKM, justru di sisi lain bisa mematikan lembaga BPR dan koperasi yang selama ini menjadi pendamping para pelaku UMKM ini. Ada baiknya kalau BPR dan Koperasi juga dilibatkan dalam penyaluran kredit A�ini. Agar kebijakan ini jadi berimbang. Pelaku UMKM diuntungkan, BPR dan Koperasi pun tetap bertahan.

Proses penyaluran KUR semestinya melibatkan salah satu lembaga keuangan mikro, BPR atau koperasi. Sehingga tidak terjadi persaingan yang tidak sehat di industri keuangan mikro.

Saat ini yang terjadi adalah eksodus nasabah BPR atau koperasi kepada bank umum. Pasalnya, kemudahan yang dilakukan bank umum, khususnya penyaluran KUR, diproyeksi telah memenuhi semua target yang diinginkan pegawai.

a�?Sehingga, yang paling gampang dilakukan adalah mengambil alih nasabah-nasabah yang sudah eksis dan bankable di BPR atau koperasi dengan (iming-iming) suku bunga yang sangat rendah. Tentu, nasabah akan sangat mudah pindah ke bank umum tersebut,a�? ungkapnya.

Kepala Bidang Fasilitasi Permodalan dan Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UMKM NTB H Muh Imran menilai program KUR sebenarnya sangat bagus. Karena dapat mengubah bangsa kuli menjadi bangsa pengusaha dengan pemberian subsidi suku bunga dari pemerintah. a�?Sejatinya, suku bungan KUR adalah 19 persen. Namun, nasabah hanya bayar bunga sembilan persen dan yang 10 persen dibayar pemerintah,a�? beber Imran.

Menurutnya, program pemerintah tersebut sangat bagus untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Kendati demikian, KUR tidak boleh mematikan pengusaha-pengusaha yang sudah ada, seperti BPR dan koperasi yang notebene menghidupi SDM-SDM yang ada.

Karena itu, pentingnya penyaluran KUR kepada masyarakat luas melalui lembaga keuangan mikro seperti BPR dan koperasi. Ini melalui program Linkage. Program ini merupakan penyaluran kredit kepada nasabah dari bank umum melalui BPR atau koperasi. A�a�?Sehingga, sinergi antara bank umum dengan BPR atau koperasi, khususnya dalam menyalurkan KUR, tetap terjalin dan tidak saling mematikan usaha,a�? imbuhnya. (Lestari Dewi/r1)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post