Lombok Post
Headline Pendidikan

Gawe FLS2N Tingkat Kabupaten Minim Peserta

MINIM PESERTA: Siswa Lobar saat tampil pada ajang FLS2N cabang tari tingkat Kabupaten di Gedung Seni dan Budaya, kemarin. Para peserta cabang tari pada kegiatan ini minim peserta.

GIRI MENANG – Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Lombok Barat dinilai kurang meriah. Even tahunan yang berlangsung di Gedung Seni dan Budaya Lombok Barat ini minim peserta. Dimana, beberapa perwakilan kecamatan tidak ikut bagian dalam ajang yang dipusatkan di Narmada ini.

Kemarin, FLS2N bidang tari saja tidak semua peserta ambil bagian. Untuk tingkat SMP dan SMA hanya dua perwakilan peserta dari kecamatan yang mewakili. a�?Mestinya ajang tahunan ini harus meriah,a�? kata salah seorang guru Jaenudin di sela-sela milihat anak didiknya tampil pada FLS2N, kemarin (23/5).

Jaenudin mengklaim, FLS2N tingkat kabupaten Lobar ini kurang sosialisasi. Buktinya, di Gedung Seni dan Budaya tidak ada baliho atau spanduk ada kegiatan tahunan ini. Mestinya, even tingkat kabupaten gaungnya besar. Apalagi ini kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan. a�?Kami kecewa melihat FLS2N tahun ini. Kalah meriahnya dengan tingkat desa,a�? sindirnya.

Jaenudin menuturkan, ajang FLS2N ini tak boleh dadakan. Siswa yang akan menjadi juara ini akan melaju ketingkat provinsi. Mau tak mau seleksi tingkat kabupaten harus dipersiapkan maksimal. Sehingga, siswa yang memiliki potensi dalam bidang seni dan budaya terjaring di sini.A� a�?Jangan sampai Lobar tidak ada gigi ditingkat provinsi,a�? urainya.

Terpisah Kabid Budaya Dikbud Lombok Barat H Murad mengatakan, tidak perlu ada sosialisasi terkait ajang FLS2N Tingkat kabupaten Lobar. Mengingat, kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang sudah biasa dilaksanakan di Lobar. a�?Biasanya sekolah akan mempersiapkan diri pada ajang FLS2N ini,a�? ujarnya.

Minimnya peserta FLS2N ditingkat kabupaten ini kata Murad, masalahnya ada di sekolah. Banyak sekolah yang tidak mengikutkan siswanya pada ajang ini. Padahal, kegiatan ini rutinitas tiap tahun. a�?Disamping itu, ada beberapa sekolah sibuk sehingga tidak mengirim siswanya,a�? ujarnya.

Murad menambahkan, pada UN beberapa waktu lalu ia menjadi pengawas. Di sana ia mesosialisasikan A�agar sekolah mempersiapkan siswanya pada ajang FLS2N. BahkanA� pihaknya juga menelpon beberapa kepala sekolah. a�?Ini kendalanya ada di sekolah kalau peserta minim,a�? pungkasnya. (jay)

Berita Lainnya

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tenda di Mina Penuh Sesak, Ruang Satu Jamaah Hanya 0,8 Meter Persegi

Redaksi LombokPost