Lombok Post
Headline Praya

Loteng Siap Usir 39 Investor

MASIH TERLANTAR
MASIH TERLANTAR: Inilah lahan investasi di Desa Tumpak Pujut Lombok Tengah yang masih terlantar, belum lama ini.

PRAYAA�– Dinas Budpar Lombok Tengah (Loteng) menyebutkan, terdapat 39 Penanaman Modal Asing (PMA), yang berencana berinvestasi di wilayah selatan Loteng. Namun Budpar menduga mereka bukan investor namun sekedar broker alias makelar. Hal inilah yang dituding membuat lahan-lahan di selatan Loteng belum dibangun hingga kini.

a�?Sangat disayangkan, kemajuan pariwisata kita masih terhalang broker berkedok investor,a�? kata Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie, kemarin (24/5).

Karena itu pihaknya mengaku telah membentuk tim pengusutan investor, menggandeng Badan Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Disbutbun), Dinas PU dan ESDM, Satpol PP serta pihak berwenang lainnya. Harapannya, mereka yang menterlantarkan lahan, dicabut izin investasinya.

Memang, kata Putrie penegakan aturan semacam itu, bukan menjadi kewenangan Pemkab. Namun, secara goegrafis Pemkab bisa menerapkan ketentuan Perda RTRW Nomor 7 tahun 2011. Bahkan, Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007, lembaran negara RI Tahun 2007 Nomor 67, dan tambahan lembaran negara Nomor 4724, serta Perda Nomor 3 Tahun 2010 RTRW provinsi.

a�?Kalau ada saja yang melanggar Perda, maka dengan mudah kita usir broker itu. Sebaliknya, kalau dipertahankan justru menjadi masalah sosial,a�? katanya.

Karena, tambah Putrie tidak sedikit keberadaan mereka tersebut, justru mengganggu kondusifitas daerah. Masyarakat mulai menggelar aksi, menduduki lahan investasi, mengguggat hingga konflik sosial tidak bisa dihindari. Itu terjadi karena lahan yang ada, tidak menghasilkan manfaat bagi masyarakat itu sendiri. a�?Apakah kita salahkan masyarakat. Tentu tidak. Kesalahan itu datang dari si broker,a�? sindirnya.

Selama menjalankan pihaknya mengaku telah mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin kepada 39 PMA. Rata-rata izin dikeluarkan sejak tahun 1996, berlaku hingga puluhan tahun kedepan.

a�?Sudah tidak terhitung berapa kali saya semprot sejumlah investor nakal itu. Saya sampaikan, kalau tidak punya niat baik, maka sebaiknya angkat kaki,a�? beber Putrie.

Kendati demikian, diakui Putrie ada sebagian kecil investor yang sungguh-sungguh berinvestasi. Pihaknya pun memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yang dimaksud. a�?Namun, dari sekian investor yang sudah merealisasikan investasinya. Ternyata ada yang malah melanggar ketentuan Undang-undang,a�? sambung Kepala Dinas Hutbun Loteng Pan Rahayu Samsor.

Mereka, kata Pan Rahayu justru membangun infrastruktur jalan dan tembok pembatas bangunan, diarea lahan hutan. Namun, ada jalan keluar terbaik yaitu, provinsi mengeluarkan rekomendasi izin pinjam pakai kawasan hutan. a�?Ini merupakan kerja sama yang baik,a�? sambungnya. (dss/r3)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost