Lombok Post
Metropolis

NTB Siap Bangun Rumah Sakit Mata

BERI PENJELASAN: Kepala Dikes NTB drg. Eka Junaidi (kiri) didampingi Kepala BKMM Bagio Ariyogo Murdjani (tengah) dan Kasubag Publikasi dan Hubungan Media Biro Humas dan Protokol I'anatul Muslimah (kanan) saat konferensi pers di Media Center, kemarin (24/5).

MATARAM – Kasus kebutaan yang terjadi di NTB merupakan yang tertinggi se-Indonesia. Ini merupakan hasil survei Fred Hollows Foundation di tahun 2014 lalu. Sekitar 90 persen kebutaan disebabkan oleh penyakit katarak.

Sebanyak 150 ribu jiwa penduduk NTB yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB mengidap penyakit katarak. Jumlah pederita terbanyak ada di Pulau Sumbawa.

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dikes) NTB telah menyiapkan rancangan pembangunan rumah sakit khusus pengobatan mata. Rancangan tersebut sudah disetujui Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi.

Rencananya, pembangunan rumah sakit sudah mulai dilaksanakan 2017 mendatang. “Sebenarnya memang 2016 ini. Tapi karena berbagai kendala itu dipending dan akan mulai dibangun 2017 mendatang,” kata Kepala Dikes NTB drg. Eka Junaidi.

Anggaran untuk pembangunan rumah sakit ini diperkirakan mencapai Rp 42 miliar dengan jenis rumah sakit ini Tipe C. Lokasi pembangunan rumah sakit direncanakan di area Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) yang saat ini ada di Cakranegara.

Sementara, Kepala BKMM Bagio Ariyogo Murdjani menjelaskan, nantinya gedung BKMM yang akan dijadikan sebagai Rumah Sakit dengan tambahan bangunan dan renovasi. “Karena aturan yang ada, BKMM saat ini sudah ditiadakan. Payung hukumnya juga sudah tidak ada. Jadi mau tidak mau kita harus naik kelas dengan bertransisi menjadi rumah sakit khusus mata. Apalagi NTB memang sangat membutuhkan. Itu karena daerah ini memiliki angka kasus kebutaan tertinggi,” jelasnya.

Sambil menunggu anggaran untuk pembangunan, Dikes tengah mempersiapkan sumber daya manusianya. Mengingat, jumlah dokter spesialis mata di NTB saat ini masih sangat terbatas. Beberapa dokter diungkapkan kini juga tengah belajar menimba ilmu terkait kesehatan mata. Nantinya, kehadiran rumah sakit ini juga berpeluang besar untuk menyumbang PAD. Mengingat, pemasukan dari pengobatan kartarak per tahun di BKMM bisa mencapai Rp 5 miliar. Di tahun 2016 ini terhitung per Januari lalu, pemasukan BKMM sudah mencapai Rp 2,5 miliar.

“Untuk operasi katarak satu orang biayanya mencapai Rp 1,7 juta. Kalau di rumah sakit swasta bisa sampai empat juta,” jelas Murdjani.

Meski demikian, nantinya untuk warga yang kurang mampu bisa menggunakan kartu BPJS Kesehatan. “Kami berharap ini juga bisa segera direalisasikan. Karena beberapa daerah seperti di Palembang, Surabaya, Cikampek, Ujung Pandang, Kaltim, Makassar, Bali, semua sudah punya rumah sakit khusus pengobatan mata,” jelas Eka. (ton/r9)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post