Lombok Post
Headline Selong

Pemkab Lotim Ngotot Usir Warga Sambelia

sambelia
PROTES: Ratusan demonstran asal Lendang Tengak, Sambelia, Lombok Timur, saat berunjuk rasa menolak pengurusan, senin (23/5) lalu

SELONGA�– Pemerintah Lombok Timur (Lotim) akhirnya angkat suara terkait aksi protes warga Lendang Tengak, Sambelia yang diusir dari tempat tinggal mereka yang akan dijadikan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur (Lotim) Sudirman mengatakan PT Sdana selaku pengelola HTI memang lebih berhak ketimbang masyarakat.

a�?Mereka yang memiliki izin untuk kawasan itu,a�? katanya, kemarin (24/5).

Pengusiran yang berujung penggusuran rumah warga menurutnya terpaksa dilakukan. Itu setelah proses mediasi panjang sejak tahun lalu dilakukan. Catatannya ada 47 rumah yang sudah diratakan di sana beberapa hari lalu.

a�?Itu supaya perusahaan yang punya izin bisa segera memulai,a�? katanya.

Terkait penolakan yang terus disurakan masyarakat, ia mengatakan itu lantaran mereka ingin menguasai lahan. Lebih dari itu, masyarakat yang tak memiliki izin hendak memiliki tanah negara yang ada di kawasan tersebut.

a�?Mereka juga 90 persen dari luar Sambelia, bukan orang asli,a�? ujarnya.

Menurut Sudirman, sebenarnya ada jalan tengah yang bisa menguntungkan warga. Dengan kemitraan yang dijalankan perusahaan, kini sudah direkrut 37 orang. Selanjutnya setiap hektare lahan yang akan dikelola perusahaan, perlu 12-14 tenaga kerja borongan. Dengan total kawasan lebih dari 600 hektar, banyak warga yang bisa bekerja di sana.

a�?Masyarakat yang bersengketa itu, bisa saja mendapat kesempatan kalau mau,a�? sambungnya.

Lantas bagaimana dengan rumah-rumah yang sudah digusur, dimana mereka akan tinggal jika bekerja pada perusahaan itu. Sudirman mengatakan kemitraan yang ditawarkan untuk bekerja. Tidak mungkin perusahaan apalagi pemerintah menyiapkan lahan untuk menjadi tempat tinggal warga.

Dia juga menanggapi desakan mengundurkan diri atau pencopotan jabatannya. Hal itu dikatakan sepenuhnya kewenangan atasan yang menilai kinerjanya.

a�?Itu terlalu jauh, mereka tak paham yang bersuara,a�? jawabnya.

Hingga kini masyarakat Lendang Tengak masih menolak pergi. Mereka bersikeras bertahan di lahan-lahan yang sudah lama digarap dan kini hendak dikuasai perusahaan. a�?Kami mau pergi kemana, tak ada solusi yang diberikan pemerintah,a�? kata Amaq Rohan, salah seorang warga. (yuk/r3)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost