Lombok Post
Giri Menang

Sadap Pohon Enau, Mursid Ditemukan Tewas

mayat

GIRI MENANG – Nasib malang menimpa H Mursid, 55 tahun, asal Dusun Medas, Desa Gunungsari. Setelah menghilang dua hari, dirinya ditemukan meninggal dunia di pinggir sungai, Selasa (24/5).

Informasinya, Minggu pagi (22/5) H Mursid berangkat ke kebun untuk menyadap pohon enau. Terdapat dua lokasi kebun yang menjadi tujuan H Mursid, yakni di kebun baru dan kebun bukaan.

Tiba di kebun baru, H Mursid langsung mencari pohon enau untuk dibuat minuman tradisional. Biasanya, setelah dari kebun baru, H Mursid akan langsung menuju kebun bukaan untuk menyadap pohon aren juga, untuk dijadikan gula merah.

Senin pagi (23/5) seusai dari pasar, sang istri menyusul menuju kebun baru untuk mengambil hasil sadapan H Mursid. Namun ia tidak menemukan suaminya. Dirinya pun berinisiatif untuk mencari suaminya hingga sore menjelang.

Namun yang dicari tak ketemu. Padahal, lazimnya H Mursid akan kembali ke kebun baru, seusai menyadap pohon enau di kebun bukaan.

Hingga malam, rupanya H Mursid tak kunjung tiba. Sang istri pun memilih pulang. Dan meminta bantuan masyarakat untuk mencari suaminya.

Kepala Dusun Medas Barat Kokok Mahrup mengatakan, sekitar 20 warganya langsung mencari keberadaan H Mursid. Mereka menyisir kebun yang biasa di singgahi almarhum.

a�?Kita cari sampai kebun bukaan, tapi di sana hanya ada kain sama gula merah yang baru matang,a�? jelas dia.

Tak patah arang, Mahrup kemudian menambah personil untuk mencari keberadaan H Mursid. Sebanyak 70 orang warganya ikut ambil bagian. Dengan peralatan seadanya mereka kembali menyisir kebun.

a�?Ada dugaan H Mursid hanyut, karena di Minggu itu, hujan deras. Akhirnya sampai pukul 02.30 Wita belum juga ketemu, kita putuskan untuk balik ke rumah,a�? ungkapnya.

Dugaan H Mursid yang hanyut ternyata benar adanya. Selasa pagi (24/5) sekitar pukul 10.00 Wita, H Mursid ditemukan warga di saluran irigasi dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Saluran irigasi ini sendiri menjadi akses jalan warga untuk menuju kebun bukaan dari kebun baru.

Mahrup mengatakan, lebar saluran irigasi itu mencapai tiga meter. Bila turun hujan deras, aliran airnya sangat besar. Warga pun sedikit khawatir melintasinya jika terjadi hujan deras.

a�?Saluran irigasi itu juga cukup dalam. Memang di sana warga biasanya melintas,a�? ujarnya.

Mahrup menduga, di Minggu (22/5) saat terjadi hujan besar, H Mursid melintasi saluran irigasi. Karena kondisi seusai hujan membuat batu tempat berpijak H Mursid licin. Akibatnya dia terpeleset dan jatuh.

Tak hanya itu, saat terpeleset rupanya pisau yang digunakan untuk menyadap pohon enau, menancap di paha kirinya. Menyebabkan luka yang cukup dalam. a�?Pisaunya saja sampai bengkok,a�? kata dia.

Karena kondisi yang sepi, tidak ada yang bisa memberikan pertolongan. Darah yang terus keluar dari pahanya menyebabkan H Mursid meninggal dunia.

a�?Kemungkinan karena kehabisan darah. Keluarga juga menduga karena terjadi kecelakaan, bukan disebabkan penganiayaan,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Taman Sari H Ichsan mengatakan, korban langsung dimakamkan keluarga hari itu juga. a�?Sudah tadi (kemarin, Red) dimakamkan, sekitar pukul 16.00 Wita,a�? tandasnya.(dit/r6)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost