Lombok Post
Metropolis

Tembakau Selalu Menebar Risau

H Kadar, petani asal desa ketangga kecamatan suela, LOmbok Timur memetik daun tembakau disawahnya beberapa waktu lalu.

NTB meraup untung besar dari tembakau. Tahun 2015 saja, daerah ini memperoleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sedikitnya Rp 300 miliar. Tapi, uang bejibun itu tak serta merta menjadikan tembakau berhenti menebar risau.

***

PEROLEHAN DBHCHT NTB tersebut termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia. Dana kemudian dibagikan ke kabupaten/kota seluruh NTB.

Rumusan pembagian DBHCHT ini telah baku. Sebanyak 20 persen untuk pemerintah pusat, 16 persen untuk pemerintah provinsi, 32 persen untuk daerah penghasil, dan 32 persen sisanya dibagi proporsional kepada seluruh kabupaten/kota yang bukan daerah penghasil.

Lombok Timur dan Lombok Tengah sebagai dua daerah sentra tembakau di NTB memperoleh bagian paling besar untuk dana DBHCHT tersebut tiap tahun. Sebagian lagi untuk Lombok Barat dan Lombok Utara yang juga termasuk daerah penghasil.

a�?Anggaran DBHCHT arahnya untuk pengentasan kemiskinan, industrialisasi produk unggulan daerah, peningkatan kualitas produksi, peningkatan kapasitas petani dan kesehatan,a�? kata Kepala Bappeda NTB Chairul Mahsul yang dikonfirmasi terkait hal ini.Dia mengatakan, penggunaan DBHCHT tersebut sudah ada rambu-rambu peruntukannya yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

a�?Peruntukannya sesuai dengan PMK, menu yang diatur dalam PMK. Ndak berani kita keluar dari menu yang diatur dalam PMK. Misalnya untuk kesehatan, ndak bisa untuk semuanya, hanya untuk kesehatan paru,a�? terangnya.

Khususnya bagi petani sendiri. Sejak dulu, tembakau sudah menjadi sumber penghasilan bagi ribuan warga NTB. Hingga saat ini, jumlah petani tembaku di NTB sekitar 17 ribu. Sekitar 7-8 ribu di antaranya yang sudah bermitra dengan perusahaan rokok yang menghimpun tembakau petani di NTB.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTB H Budi Subagio mengatakan, potensi areal tanam tembakau virginia di wilayah NTB, khususnya Pulau Lombok, diketahui mencapai 58.516 hektare (ha). Yang terdata atau sudah memiliki mitra seluas 14.890 ha. Produksi di tahun 2015 mencapai 29.965 ton. Realisasi pembelian oleh mitra sebesar 29.887 ton.

a�?Itu baru yang terdata di kita, yang menggandeng mitra. Tapi kan masih banyak lagi petani kita yang tidak bermitra,a�? jelasnya.

Sementara, harga tembakau sendiri berkisar antara Rp 25 ribu /kg sampai Rp 39 ribu/kg untuk kualitas paling tinggi. Sehingga dari total pembelian tembakau oleh mitra tadi saja, total pembayaran yang diperoleh mencapai sekitar Rp 889 miliar.

Jika, dikalkulasikan dengan pembelian oleh petani non kemitraan, nilai pembelian pun diperkirakan menembus angka lebih dari Rp 1 triliunan dalam setahun.

Diperkirakan, dalam satu musim tanam saja selama enam bulan, komoditas tembakau NTB telah mampu menyediakan lapangan kerja bagi sedikitnya 150 orang. Dan saat ini, tembakau Virginia NTB masih menjadi yang terbaik di Indonesia.

Tak Sebanding

Namun, bagi Dekan Fakuktas Kedokteran Universitas Mataram dr Hamsu Kadriyan, besarnya DBHCHT yang diterima NTB, tetap tak akan sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.

Dari sisi kesehatan, merokok kata dia menyebabkan mematikan. Zat yang ada pada rokok seperti nikotin dan tar membuat kanker paru-paru dan membuat pita suara rusak.

Saat ini kata dia, di NTB, jumlah perokok dari tahun ke tahun kian meningkat. Minimnya penegakan aturan oleh pemerintah, kata Hamsu menjadi salah satu penyebab jumlah perokok menggunung.

a�?Menghilangkan kebiasaan merokok tidak bisa dilakukan dengan sosialsasi terkait dampak merokok. Melainkan, harus ada tindakan yang tegas dari pemerintah,a�? tandas sia.

Dia mensinyalir, maraknya rokok di Indonesia karena bebas memasarkan. Di sini, iklan rokok sangat bebas. Bahkan bisa menjadi sponsor utama dalam suatu event. a�?Kalau luar negeri tidak boleh ada seperrti ini,a�? ujarnya.

a�?Lihat saja di layar kaca iklan rokok merajalela. Bahkan spanduk, baliho dan bando jalan penuh dengan iklan rokok,a�? imbuhnya.

Hamsu mengakui, rokok menenangkan pikiran dan menimbulkan semangat bekerja dan melancarkan ide. Tapi itu sifatnya sementara. Saat memasukkan nikotin ke dalam tubuh, darah akan terpompa lebih cepat, hal ini yang menyebabkan suplai darah ke otak menjadi nampak seakan lancar dan lebih mudah dalam berpikir.Tapi kemudian jantung berdebar kencang. Merusak fungsinya dan nantinya akan menyumbat sirkulasi darah.

Penyakit yang ditimbulkan rokok memang tidak muncul cepat. Tapi, perlahan dan bertahun-tahun. Zat yang terkandung didalam rokok seperti nikoton dan tar akan merusak organ tubuh yang dilewatinya. a�?Penyakit rokok ini juga akan membuat komplikasi,a�? ujarnya.

Hamsu mencotohkan, mirip seperti motor yang diisi dengan bahan bakar minyak campuran. Akan membuat sepeda motor cepat rusak. Bisa seker, kabilator hingga ke bagian mesinnya.

Menetralisir kandungan racun dalam tubuh akibat rokok saja membutuhkan waktu enam bulan. Seorang yang sudah terpapar asap rokok, paru parunya akan berubah warna dari merah menjadi hitam.

Paru paru yang rusak karena rokok tidak akan pernah bisa dikembalikan pada keadaan semula. Orang yang merokok banyak juga yang berumur panjang.Tapi dalam keadaan penuh dengan penyakit yang membuat menderita setiap saat.

Hamsu menjelaskan, bukan hanya perokok saja yang akan mendapat penyakit dari zat tembakau ini. Melainkan, keluarga yang ada di dalamya bisa dikatakan telah merokok. Bahkan mungkin sejak bayi atau sejak di dalam kandungan.

Tidak sedikit kasus lahir bayi cacat karena ibu merokok ataupun tinggal dalam rumah yang dipenuhi asap rokok. Perokok pasif akan berbahaya dari pada perokok aktif. Dimana, perokok pasif tidak memiliki saringan (filter).

Umur orang Indonesai saat ini jarang ada yang 60 tahun keatas. Penyebabnya salah satu rokok. Setiap batang rokok akan memperpendek usia 11 menit. Nah jika dikalikan puluhan batang maka usia bisa berkurang banyak. (uki/jay/r10)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost