Lombok Post
Giri Menang

Debit Air Kecil, Petani Kewalahan

GENANGAN AIR: Jalan di Desa Jatisela yang tergenang air akibat banyaknya sampah yang menumpuk di saluran air, kemarin (26/5).

Irigasi di Desa Jatisela sudah beralih fungsi. Sebagian warga menjadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Akibatnya, petani kesulitan mengairi sawahnya lantaran irigasi tersumbat.

***

PEMANDANGAN tak mengenakan tersaji di irigasi, yang terletak di Jalan Raya Ireng, Desa Jatisela. Tumpukan beragam sampah telah memenuhi saluran irigasi. Aroma busuk dari tumpukan itu cukup mengganggu hidung pengendara. Apalagi, irigasi itu berada tepat di pinggir jalan.

Sampah-sampah yang berasal dari sampah rumah tangga, sengaja dibuang. Itu terlihat dari kondisi sampah yang sudah busuk. Tumpukan sampah itu menutup tempat perlintasan air. Sehingga, air yang diperlukan untuk mengairi sawahnya tersumbat. Debit air tidak lagi normal, lantaran pintu keluarnya air sudah tertutupi sampah-sampah plastik.

Keberadaan sampah ini membuat petani kewalahan. Mereka harus menguras keringat, membersihkan sampa yang tersebar di sepanjang irigasi. Jika ingin tanaman padi disawahnya tetap tumbuh subur.

a�?Sudah lama sampah-sampah ini,a�? kata Sahdi, salah seorang petani setempat.

Ia tidak memungkiri, sampah-sampah ini sangat menggagu. Selain menghambat air yang akan mengaliri sawahnya, aroma busuknya cukup mengganggu warga yang melintas. a�?Ini pintu masuk bagi kami,a�? aku dia.

Saluran irigasi tersebut kerap menjadi tempat pembuangan sampah. Biasanya, mereka membuang sampah malam hari. Itu dilakukan untuk menghindari teguran.

a�?Kalau siang tidak ada yang berani. Mungkin malu,a�? beber dia.

Kondisi ini, aku dia, memaksa dirinya dan petani lain meluangkan waktu untuk kerja tambahan. Setiap kali ingin mengairi sawahnya, mereka harus membersihkan sampah-sampah dulu. a�?Kalau tidak dibersihkan, tidak ada air,a�? ujar dia.

Tempat penyebaran air memang sudah dipenuhi sampah. Hampir tidak ada ruang perlintasan air di lubang-lubang itu. Sampah-sampah sudah menutupinya. Untuk membuka ruang perlintasan air, petani menyingkirkan tumpukan sampah itu.

a�?Hanya sebesar ini saja. Biasanya, besar sebelum ada sampah,a�? beber dia.

Melihat kondisi ini, dia meminta kesadaran warga sekitar untuk tidak membuang sampah di irigasi. Selain itu, dia juga mengharapkan bantuan pemerintah untuk membersihkan tumpukan sampah yang menggangu irigasi sawah mereka.

a�?Kami hanya kerja swadaya saja. Kami harap ada bantuan mobil kebersihan, agar sampah-sampah ini bisa dibersihkan,a�? pinta dia. (Wahidi Akbar S/Giri Menang/r6)

Berita Lainnya

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PKS Klaim Raih Kursi di Semua Dapil

Redaksi LombokPost

SMK Plus Nurul Hakim Pelopori Ecobricks

Redaksi LombokPost

Ini Masukan TGH Muharar! Terkait Pergantian Sekda Lobar

Redaksi LombokPost

Pak Camat Sabar Dulu Ya! Terkait Pengadaan Truk Sampah

Redaksi LombokPost

Perbaikan Jalan Gunakan Dana Tak Terduga!

Redaksi LombokPost

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost

Ketika Ibu Bupati Lobar Teteskan Air Mata Melihat Anaknya Dilantik

Redaksi LombokPost

Pulang Kerja, Satpam Meregang Nyawa

Redaksi LombokPost