Lombok Post
Headline Praya

Ingatkan Jalur Keselamatan Bencana

Jalur keselamatan
JALUN KESELAMTAN: Inilah salah satu jalur evakuasi yang harus digunakan warga Desa Torok Aik Belek Lombok Tengah jika terjadi bencana tsunami.

PRAYA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng), mengingatkan kepada warga yang berdekatan langsung dengan laut lepas, agar memperhatikan jalur evakuasi. Karena ada beberapa titik di wilayah selatan, yang harus mewaspadai air laut pasang, hingga berpotensi tsunami.

a�?Tanda-tanda jalur keselamatan yang kami pasang itu, jangan dianggap biasa saja. Mohon tetap diingat dan digunakan, jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,a�? kata Kepala BPBD Loteng Lalu Nurpuri, kemarin.

Hal itu juga, kata Nurpuri berlaku bagi warga di wilayah utara meliputi, Batukliang Utara (BKU), Batukliang, Kopang dan Pringgarata. Karena, di beberapa desa dan dusunnya berdekatan langsung dengan daerah rawan longsor, banjir dan erupsi gunung. a�?Di beberapa tempat, sudah kami pasang jalur keselamatan itu,a�? ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya menekankan bahwa, jalur-jalur yang dimaksud, bukan menjadi pajangan. Tapi, memiliki manfaat besar bagi keselamatan. Sehingga, meminimalisir terjadinya korban jiwa. a�?Kami juga, sudah menyusun rencana kebutuhan pengungsian. Jika terjadi bencana,a�? katanya.

Rencana yang dimaksud, terang Nurpuri menyangkut urusan kebutuhan hidup selama pengungsian. Seperti, makan, minum, pakaian, tempat tidur, alat memasak, bahan bakar, obat-obatan dan sebagainya. Kebijakan itu, berjalan atas dasar fungsi koordinasi. a�?Kalau mengandalkan BPBD, mana cukup,a�? keluhnya.

Karena, tambah Nurpuri ada urusan teknis dan non teknis pengungsian yang akan dijalankan Dinas Sosnakertrans, Dinas Kesehatan (Dikes) atau dinas lainnya. a�?Kalau untuk kebutuhan sembako, Alhamdulillah cukup,a�? sambung Kepala Dinas Sosnakertrans HM Nazili, terpisah.

Stok pangan untuk kebutuhan penanggulangan bencana, beber Nazili aman. Khususnya, beras yang dititipkan di gudang bulog sebanyak 100 ton. Kalau pun status bencananya kejadian luar biasa (KLB), maka ada stok beras pula di provinsi sebanyak 200 ton. Belum dihitung minyak goreng, susu, telur, mie dan lain sebagainya.

a�?Alhamdulillah, selama daerah kita tercinta ini berdiri, tidak sampai KLB. Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kita tetap mengantisipasi dan waspada,a�? katanya.

Bencana yang selama ini terjadi, tambahnya masih skala kecil, seperti longsor, kebakaran dan puting beliung. Begitu bencana terjadi, biasanya Dinas Sosnakertrans langsung melakukan pendataan jumlah korban jiwa atau kerusakan rumah. Kemudian, bantuan didrop. a�?Begitu seterusnya,a�? ujar Nazili.(dss/r3)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost