Lombok Post
Metropolis

Pakai Ambulan TKW Bayar Hampir Sejuta

BERDUKA: Inaq Keram, menunjukkan foto almarhum anaknya yang meninggal di Malaysia, (25/5).

MATARAM – Dijemput pakai mobil ambulan RSUD Kota Mataram. Keluarga jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dimintai uang. Hal ini dialami, Inaq Keram asal Kekalik Jaya.

Warga kurang mampu ini dikenakan tarif sebesar Rp 785 ribu. Sebagai ongkos ambulan. Ia pun terpaksa berhutang untuk bisa menebus jenazah anaknya. a�?Tapi saya sudah ikhlas, berapapun saya diminta asalkan anak saya kembali,a�? katanya.

Jenazah anaknya diantarkan pada Jumat (20/5) oleh ambulan RSUD Kota Mataram di Bandara Internasional Lombok (BIL). Di bandara, ia dikenakan biaya Rp 250 ribu, kemudian sampai di rumah petugas mobil ambulan meminta ongkos darinya Rp 785 ribu.

Saat itu, ia sempat bingung karena tidak punya uang. Tapi akhirnya ia berhutang pada keluarga sehingga bisa melunasi biaya mabulan.
Usuliatun, 30 tahun anaknya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia. Selama beberapa tahun bekerja, ia menikah dengan salah seorang TKI asal Lombok Timur. Meninggalkan satu orang anak. Ia meninggal di Malaysia karena sesak nafas.

a�?Saat jenazahnya sampai di sini, saya tidak mau buka, saya sudah iklhas,a�? kata ibu dua anak ini.

Ia pun tidak keberatan dimintai uang berapapun asal janazah anaknya bisa tiba di kampung halaman. Meski beberapa orang memintanya bertanya, terkait pungutan itu. Ia tidak lakukan karena sudah merasa dibantu. a�?Yang penting jenazah anak saya bisa sampai,a�? ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kota Mataram dr Emerald Isfahan menjelaskan, tarif yang dikenakan pada keluarga jenazah sudah sesuai aturan. Tarif tersebut resmi sesuai prosedur pelayanan yang ada di rumah sakit.

a�?Bukan merupakan pungutan liar, bukan,a�? katanya.

Pelayanan pengantaran jenazah diluar tanggungan rumah sakit. BPJS juga tidak menanggung pengantaran jenazah bagi mereka yang tidak dirawat di RSUD. Tapi bagi pasien asal Kota Mataram yang dirawat, diantarnya gratis.

Sementara dalam kasus ini, permintaah keluarga menjemput jenazah ke BIL merupakan pelayanan di luar rumah sakit. Lokasi penjemputannya pun di luar Kota Mataram.

Maka harus dikenakan retribusi, sesuai peraturan wali kota. Kecuali kasus pasien rujukan RSUD.Rujuk ke mana saja gratis.a�?Tidak ada istilahnya di luar (Mataram) itu gratis kalau jenazah,a�? jelasnya. (ili/r6)
A�

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost