Lombok Post
Metropolis

Awas, Anomali Cuaca Ekstrim!

HALANGI JALAN: Para Nelayan terpaksa menyeret perahu mereka hingga ke badan Jalan. Seperti yang terlihat di kawasan pemukiman nelayan Pondok Prasi, Kamis (26/5).

MATARAM – Anomali cuaca yang terjadi khususnya di sepanjang pantai Ampenan, membuat banyak pihak bertanya-tanya.

Pasalnya, naiknya air pasang dengan gelombang laut mencapai tiga meter, menghempas pemukiman warga, Rabu (24/5) lalu hingga terjadi banjir rob (banjir air pasang) dan sepanjang pesisir pantai dipenuhi sampah.

a�?Baru kali ini berubah, tau-tau ada gelombang pasang,a�? kata Ketua Forum Kelompok Siaga Bencana (FKSB), H Hasan Bafadal.

Banyak, warganya juga yang merasa heran, dengan anomali cuaca ini. Karena biasanya ancaman gelombang air laut, terjadi dari akhir tahun yakni bulan Desember hingga Februari tahun berikutnya.

a�?Tapi saya sudah berusaha tenangkan warga, dengan mengatakan semua bisa saja terjadi yang penting kita tanggap,a�? tuturnya.

Akibat gelombang pasang yang dahsyat Selasa itu, dua perahu nelayan hancur terbelah. Akhirnya untuk menghindari kerugian yang lebih besar, para nelayan menyeret Perahu diselipkan diantara rumah-rumah hingga badan jalan raya.

a�?Ada kerugian, dua perahu nelayan hancur, belum lagi sampah yang penuh di rumah-rumah warga,a�? imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram H Supardi pun mengakui jika anomali cuaca di bulan Mei, baru kali ini terjadi. Ia mengatakan jika timnya sudah ada yang turun ke lapangan.

Tak hanya itu, koordinasi juga terus dibangun dengan pihak kelurahan di sepanjang pantai Ampenan, guna memantau perubahan cuaca yang ekstrim ini.

a�?Saya terus jalin koordinasi baik dengan lurah dan teman-teman dari FKSB,a�? jawab Supardi.

Saat ini, gelombang tinggi yang terjadi hingga mengakibatkan banjir rob gelombangnya cenderung menurun. Meski demikian, para nelayan diingatkan untuk tidak turun melaut, mengingat tinggi gelombang dikasaran 2,5 meter dan sangat berbahaya bagi perahu-perahu kecil.

a�?Ya kita minta jangan melaut dulu, tunggu sampai kondisi gelombang benar-benar aman,a�? himbaunya.

Sementara terkait sampah yang terlihat memenuhi sepanjang pantai Loang Baloq, dipastikan bukan sampah kiriman.

Supardi mengatakan itu sampah warga kota sendiri.Menumpuk di muara dan terseret gelombang hingga tercecar ke pemukiman nelayan dan sepanjang pantai.

a�?Kita juga tengah siapkan logistik, tapi (baru bisa disuplai ke warga jika) satu minggu, gelombang tetap besar. Sekarang kita pantau dan amati dulu,a�? tandasnya.

Terpisah, Kasi Observasi dan Informasi, Stasiun Meteorologi BIL, Devi Ardiansyah, memetakan anomali cuaca yang terjadi, karena adanya angin Muson.

Angin ini bertiup saat Matahari berada di belahan bumi selatan yang menyebabkann benua Australia sedang mengalami musim panas, sehingga terjadi tekanan minimum.

Sementara di Asia termasuk Indonesia, lebih dingin sehingga terjadi tekanan maksimum dan dampaknya terjadi hujan. a�?Ini karena pengaruh angin Muson (dari) Australia,a�? ulas Devi.

Tak hanya itu, Devi juga memperkirakan suhu air laut di permukaan laut NTB masih hangat. Itulah yang mendorong terjadi penguapan air lebih cepat. a�?Jadi wajar, hujan juga masih sering turun di sini,a�? imbuhnya.

Saat ini, ketinggian gelombang dair tanggal 25 Mei di Selat Lombok, rentan antara 0,5 a�� 2,5 meter. Ini berlaku secara keseluruhan di selat Lombok.

Pada dasarnya, ketinggian ini masih tergolong aman, untuk penyebrangan Kapal Laut. a�?Tetapi tentu berbahaya kalau untuk jenis perahu,a�? tandasnya.(cr-zad/r6)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post