Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Bank NTB Tingkatkan Kredit Produktif

KOMARI
Dirut Bank NTB H Komari Subakir. Dok

MATARAMA�– PT Bank NTB kini telah berada pada Bank Umum Kelompok Usaha (Buku) II dengan modal inti minimum sebesar Rp 1,75 triliun. Dengan msuknya ke Buku II, Bank NTB berkomitmen akan meningkatkan porsi kredit produktifnya.

Itu dilakukan sebagai inisiatif strategis pengembangan bisnis ke depan. Dengan adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank NTB ingin berperan di dalamnya sebagai salah satu bank penyalur. Apalagi Bank NTB telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

a�?Dari rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB pula, pengajuan ini masih dirampungkan di pusat,a�? kata Direktur Utama PT Bank NTB H Komari Subakir usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2015 di Hotel Golden Tulip Lombok, kemarin (26/5).

Mengenai modal inti, lanjutnya, sebenarnya bulan Maret lalu bank NTB sudah masuk Buku II. Tapi modal inti saat itu masih Rp 1,02 triliun. Tercapainya modal inti tersebut Bank NTB telah menyusun strategi pemenuhan modal inti. Itu berdasarkan pemberlakuan PBI Nomor 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha Dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank.

a�?Maka berdasarkan action plan yang sudah mendapat persetujuan Bank Indonesia kami melakukan beberapa upaya,a�? ucapnya.

Beberapa upaya itu, lanjutnya, dengan melakukan pembentukan laba ditahan secara bertahap mulai tahun buku 2013 hingga saat ini. Kemudian memupuk tambahan setoran penyertaan modal pemerintah daerah yang bersumber dari eks deviden dan non deviden untuk dimasukan dalam RAPBD, APBD dan mendapat persetujuan Perda dari DPRD. Serta penyertaan modal berupa penyerahan aset kepada bank yang digunakan khusus untuk pembangunan gedung kantor.

a�?Perolehan laba setelah pajak pada akhir tahun 2015 meningkat sebesar 15,05 persen atau menjadi Rp 225,1 miliar dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 195,6 miliar,a�? katanya.

Besarnya laba tersebut, kata dia, dalam RUPS memutuskan besaran deviden sebesar 30 persen dari sebelumnya 60 persen. Dimana secara nominal dari Rp 132,8 miliar menjadi Rp 66,6 miliar. Selebihnya menjadi laba ditahan untuk menambah modal inti.

Pengurangan persentasi deviden, sambungnya, karena memenuhi Surat Dewan Komisioner OJK dengan Nomor S-09/d.01/2015 tanggal 19 Januari 2015. Isinya meminta kepada pemegang saham kendali, dalam hal ini gubernur, untuk terus memberikan dukungan penguatan modal pada BPD. Dengan membatasi besaran deviden sebesar 30 persen sebagaimana kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan pada Bank BUMN.

Sementara itu, Gubernur NTB TGH Zainul Majdi menyampaikan, pemda akan terus memperbesar dukungannya terhadap Bank NTB. Pemda juga meminta rencana-rencana Bank NTB untuk meningkatkan persentasi kredit produktifnya. Yang saat ini komposisinya masih 14 hingga 15 persen. Dan Gubernur berharap persentasi ini semakin meningkat secara signifikan.

Mengenai persentasi deviden sebesar 30 persen, Gubernur mengaku para pemegang saham tak mempermasalahkan. Karena para pemegang saham komitmen ingin memperbesar modal bank. Namun angka deviden itu nantinya akan masuk terlebih dahulu dalam APBD, kemudian akan dimasukan lagi ke bank.

a�?Tidak masalah, kita komitmen kuatkan modal inti. Nantinya akan masuk ke APBD dan balik lagi ke bank,a�? tandsnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost