Metropolis

Dikembangkan Lintas Genarasi dan a�?Keroyokana��

Layaknya ilmuan, pengembangan robot oleh mahasiswa Fakultas Teknik Unram, dikerjakan a�?Keroyokana��. Mereka secara bergantian memberikan inovasi dan kreatifitas menyempurnakan kemampuan robot hingga mendekati kesempurnaan.

***
SAYA termasuk orang yang percaya. Jika manusia terdiri atas tiga unsur. Jasad, jiwa dan ruh. Uniknya, robot juga mutlak dibuat dari tiga unsur. Fisik robot, softwere dan energi (listrik). Kurang salah satu saja, maka itu bukan robot!

a�?Perintah-perintah itu, kita masukan dalam microprosesor. Perintah (softwere) itulah yang jadi panduan robot, bergerak,a�? kata I Putu Dody Widihartawan, Koordinator tim Robotika, Universitas Mataram.

Perbincangan semakin gurih. Renyah. Meminjam istilah kaum sufi, kami sudah khaysaf dengan imajinasi saintific. Ucapan Wakir, berhasil memancing pembahasan lebih dalam tentang Jiwa (baca : softwere) robot.

a�?Tanpa perintah, robot tak ubahnya manusia yang tengah tidur. Hidup tapi tak bisa berbuat apapun. Begitu juga dengan robot.

Kalau hanya dikasih baterai atau listrik, tidak mungkin bisa bergerak ke kiri atau kanan. Menari hingga memadamkan api. Butuh perintah dari processor sehingga bergerak sesuai perintah itu,a�? ulas Dody.

Untuk diketahui, komunitas robot di Universitas Mataram, saat ini telah mengembangkan tiga jenis robot. Robot pemadam kebakaran berkaki, robot pemadam kebakaran beroda dan robot menari.

Khusus untuk robot menari, tim robot Fakutas Tenik, pernah meraih juara. Saat itu, Unram jadi tuan Rumah.

a�?Kalau ndak salah itu tahun 2013. Saat itu juara tiga,a�? tuturnya.

Sebenarnya, bukan soal ide dan trobosan tim robot Unram di juara tiga. Kalau seandainya, biaya penelitian bisa lebih besar saja, mereka yakin bisa menciptakan robot yang lebih kompetitif.

Sayangnya, biaya penelitian mereka untuk pengembangan robot masih terlalu limit, jika dibandingkan daerah lain.

a�?(Tiga robot) ini saja sudah, berkali-kali dilakukan pengembangan. Biaya yang dihabiskan pun mencapai 18 jutaan, di kompetisi nanti, kita semprunakan lagi dengan biaya yang serba terbatas,a�? ujar pria bersuara berat itu. Ia sesaat menghela nafas.

Idealnya dalam lomba, semua piranti robot harus diganti, setiap kali bertanding. Terutama servo yang menjadi sendinya. Sayang, lagi-lagi soal terganjal biaya yang tidak cukup.

Karena itu, kerap kali saat lomba, gerak motorik servo jadi masalah, tim robotika Universitas Mataram, gagal melaju ke pertandingan selanjutnya.

a�?Jadi yang dipertahankan itu, cuma softwerenya saja. Servo harus diganti baru, supaya terjamin tetap bisa bergerak sesuai harapan. Tapi kita, malah tetap tetap menggunakan servo warisan,a�? ujar dia lantas terkekeh.

Tangan Dodi lalu menunjukan bagian yang dimaksud. Sebuah, motor yang bisa berputar,A� 360 derajat. Dengan sendi yang juga dirancang mampu membentuk sudut-sudut rumit.

Untuk diketahui, hingga robot itu bisa secanggih saat ini, sebenarnya sudah puluhan ide dan kreatifitas mahasiswa ikut masuk mengkreasikan robot. Jangan anggap seperti buat patung. Yang cukup tenaga satu pemahat, maka bisa selesai hanya dalam satu dua hari.

Bisa menggerakan tangan robot untuk naik turun dan membentuk siku dengan limit tertentu saja, mungkin sudah puluhan mahasiswa yang ikut memeras otak. Pengerjaanya panjang dan lintas a�?generasia�� mahasiswa.

a�?Iya ini adalah hasil bersama, dengan senior-senior dulu. Kita kembangkan terus-menerus, lalu dilombakan. Besok dilombakan lagi. Begitu terus-menerus,a�? ulasnya panjang lebar.

Sebenarnya ide di dalam otak Dodi, banyak sekali. Di luar robot itu, ia memimpikan kelak bisa membuat mobil lengkap dengan kamera pengintai. Serupa dengan drone. Kamera pengintai, bisa memasukan data video dari 180 derajat sudut pengamatan.

a�?Saya pernah nonton film anime dulu, keren sekali. Dia punya mobil kecil yang bisa mengirimkan data dari berbagai sudut pengamatan. Suatu ketika saya harus bisa buat seperti itu,a�? ujarnya.

Pengidola Albert Einstein, ini dulunya lulusan SMAN 1 Kuripan. Sama dengan Wakir, ia juga berjuang keras menguasai teori dan praktik robotika, agar setara dengan teman-temannya yang lulusan SMK.

a�?Bahasa (assembly) yang kita gunakan yakni Arduino. Aplikasi ini relatif lebih mudah memang, karena penulisan perintahnya lebih dekat dengan bahasa manusia,a�? tandasnya.(Lalu Mohamad Zaenudin/Mataram/r6)

Related posts

TKD Pegawai Malas Dipotong, Kehadiran ASN Mataram Capai 98 Persen

NTB Kembali Incar Tuan Rumah

Redaksi Lombok post

Huh, Baunya Menyengat!

Redaksi Lombok post

Leave a Comment