Opini

Menyongsong SBMPTN Unram

Opini LombokPost

Oleh: Khairul Umam

(Staf Humas Universitas Mataram)

A�***

ADA yang berbeda dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2016 bagi Universitas Mataram (Unram). Sejak tahun lalu, Unram sudah di daulat sebagai panitia inti SNMPTN dan SBMPTN. Oleh karena itu, Unramsemakin menggenjot dan memaksimalkan persiapan penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dilakukan secara nasional tersebut. Selain itu, koordinasi dilakukan secara intens dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ikut terlibat sebagai panitia SNMPTN dan SBMPTN.

Tanggal 31 Mei 2016, seluruh PTN di Indonesia akan menggelar SBMPTN. Unramnsendiri telah mempersiapkan penyelenggaraan SBMPTN dengan memaksimalkan seluruh pontensi yang ada, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, guru sampai tenaga kontrak yang dimiliki. Tak Kurang dari 1.200 orang di persiapkan sebagai pengawas pada hari pelaksanaan Ujian SBMPTN. Panitia lokal SBMPTN sudah mempersiapkan 507 ruang kelas yang terbagi ke 75 lokasi dan 24 sektor.

Rektor Unram, Prof. Ir. Sunarpi, Ph.D. saat memberikan arahan kepada pengawas ujian SBMPTN di Ruang Sidang Senat Lantai III Kantor Rektorat UNRAM tanggal 25 Mei 2016 menceritakan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi sebagai Panitia Inti SNMPTN dan SBMPTN. Mulai dari anggaran yang dipotong hingga 50 persen dari anggaran tahun lalu sampai kegiatan rapat koordnasi (rakor) yang berkali-kali dilakukan dari satu kota ke kota yang lain guna menyukseskan kegiatan SNMPTN dan SBMPTN.

Prof Lalu Wiresapta Karyadi selaku ketua panitia SNMPTN dan SBMPTN Unram, pada saat memimpin pengarahan menyampaikan bahwa pada tiga tahun terakhir program studi SOSHUM seperti Ekonomi Menejemen, Akutansi dan Hukum menjadi favorit pilihan siswa. Dengan demikian, bisa dipastikan peta persaingan untuk masuk program studi tersebut akan menjadi semakin sulit. Namun siswa tidak boleh patah semangat, karena SBMPTN merupakan tes yang memiliki kredibilitas, obyektifitas, dilaksanakan dengan jujur, dan bebas intervensi, sehingga siswa yang akan lulus nantinya adalah mereka yang benar-benar mempersiapkan diri. Untuk itu, para siswa yang telah mendaftar melaui jalur SBMPTN diharapkan tidak terpengaruh dengan isu yang ada dan fokus pada persiapan ujian yang akan dilaksanakan pada hari selasa, 31 Mei 2016pukul 08.00 Wita sampai selesai.

Pada tanggal 10 Mei 2016 yang lalu, hasil SNMPTN secara nasional telah di umumkan. Dari jumlah pendaftar yang mencapai 852.093 siswa, sebanyak 137.005 siswa atau sekitar 16,08 persen siswa di terima di seluruh PTN se-Indonesia. Dari angka tersebut sebayak 16.230 siswa tercatat mendaftar di UNRAM dan hanya 1.472 siswa saja yang di nyatakan lulus. Artinya sekitar 14. 758 siswa dinyatakan gagal(Lombok Post, 10/05/2016). Banyaknya siswa yang belum diterima sebagai mahasiswa Unram, tentu akan menambah ketatnya persaingan untuk lulus pada jalur SBMPTN.

Pada tahun ini, pola penerimaan mahasiswa barudi lingkungan PTN di tentukan sebanyak 40 persen melalui SNMPTN, 30 Persen melaui Jalur SBMPTN dan 30 persen melalui jalur mandiri. Namun, perguruan tinggi diberikan kebebasan untuk berkreasi dengan menetukan sendiri pola penerimaannya. Seperti UI, ITB dan beberapa perguruan tinggi negeri lain menerapkan pola berbeda dengan tidak mebuka jalur mandiri sehingga kuota untuk jalur SBMPTN menjadi bertambah. Unram sendiri menyediakan kuota sebayak 40 persen melaui jalur SBMPTN, 20 persen melalui jalur mandiri. Sedangkan 40 persen lagi telah diterima melalui jalur SNMPTN.

Seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta, PTN, maupun bagi kepentingan nasional. Bagi peserta, seleksi bersama menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel. Hal ini dikarenakan adanya mekanisme lintas wilayah (sbmptn.ac.id). Bagi PTN dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri SBMPTN merupakan kebanggaan karena merupakan tes yang memiliki kredibilitas, obyektifitas, jujur, dan bebas intervensi (Rektor Unram, 25/05/2016).

Berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan SBMPTN, yaitu seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan, maka pada tahun 2016 Ujian tertulis terdiri dariA�Paper Based TestingA�(PBT) danA�Computer Based TestingA�(CBT), yang dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2014, 2015, dan 2016 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, termasuk Paket C (sbmptn.ac.id).A� Untuk tes menggunakan CBT, Unram telah menyediakan kuota sebayak 60 siswa dimana tes tersebut akan di pusatkan pada Fakultas Kedokteran Unram.(*)

Related posts

Penambahan Kuota Haji, Butuh pertimbangan!

Redaksi Lombok post

Madrasah Lebih Baik atau Lebih Baik Madrasah

Iklan Lombok Post

Aksi Terorisme Dan Radikalisme Di Indonesia

Iklan Lombok Post

Leave a Comment