Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Bangun Ekonomi Mikro dari Sektor Pariwisata

A-UMKM
PRODUKSI: Sejumlah karyawati sedang memproduksi olahan pangan dari rumput laut di Lombok Barat, bulan lalu.

MATARAMA�– Sektor pariwisata saat ini dianggap menjadi sektor yang banyak menyerap tenaga kerja. Sektor pariwisata juga menjadi penghubung banyak sektor. Sehingga dengan adanya sektor pariwisata, sektor-sektor lain pun secara tidak langsung akan hidup. Salah satunya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

UMKM dipercaya dan terbukti menjadi tulang punggung bangsa. Bahkan mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Sayangnya, ketika pelaku UMKM ingin memperluas usaha, tidak sedikit dari mereka menghadapi kendala. Misalnya akses permodalan dan pasar yang akan dituju.

a�?Sektor pariwisata berkembang sangat baik dan tumbuh hingga 18 persen. Namun kita inginkan pertumbuhan ini dirasakan juga hingga ke masyarakat bawah,a�? ungkap Wakil Gubernur NTB H Muh Amin usai mengikuti diskusi seminar Penguatan Ekonomi Mikro di Sektor Pariwisata di Hotel Santika Mataram, kemarin (26/5).

Dari hasil diskusi, wagub mengaku cukup takjub akan besarnya potensi UMKM daerah. Namun semua itu perlu dukungan dan kerja keras bersama untuk meningkatkan potensi UMKM. Terutama dari segi kualitas dan jumlah UMKM, serta kemudahan mereka mengakses pinjaman.

Kepada lembaga maupun SKPD yang membina kelompok UMKM, saran wagub, untuk menambah jumlah binaannya. Serta meningkatkan UMKM tidak hanya dari sisi jumlah melainkan kualitas terus dibenahi. Apalagi tidak sedikit berbagai kegiatan SKPD terhadap UMKM yang memberikan binaan dan pelatihan.

Kemudahan akses permodalan pun demikian. Jangan sampai persyaratan pengajuan kredit pinjaman merumitkan UMKM. Agar tidak ada lagi pelaku UMKM terjerat dengan rentenir. Melalui program pemerintah yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), Wagub menjamin tidak adanya agunan dengan jumlah pinjaman di bawah Rp 25 juta.

a�?Kita ingin mereka punya akses lebih mudah. Dan porsi penyaluran A�kredit produktif lebih besar dari konsumtif,a�? katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Prijono mengatakan, perlu adanya penekanan untuk membawa UMKM naik kelas. Namun hal ini harus dikerjakan dan didukung bersama-sama.

Menurutnya persoalan di lapangan, penyebab kenapa perbankan masih enggan membiayai karena sebagian besar yang mengajukan adalah pebisnis pemula. Sementara perbankan dengan prinsip kehati-hatiannya harus menjaga betul dana milik nasabah yang dititipkan kepada mereka. A�Jika perbankan asal saja menyalurkan kredit, maka seperti efek domino jika bank jatuh maka akan jatuh semua.

a�?Dilema juga posisi perbankan, karena itu perlunya perbaikan kualitas,a�? tandasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post