Lombok Post
Praya

Parah, Pipa PDAM Bocor Terus

BOCOR LAGI
BOCOR LAGI: Inilah perbaikan pipa PDAM di jalan raya Gerunung Lombok Tengah, yang mengalami kebocoran, (28/5) kemarin.

PRAYAA�– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah (Loteng), mengaku angkat tangan terhadap persoalan kebocoran pipa distribusi yang hampir terjadi setiap minggu. Parahnya, kebocoran yang lama belum diatasi, malah sudah muncul kebocoran yang baru.

a�?Kebocoran pipa memang tidak bisa dihindari lagi. Karena, 50 persen pipa yang terpasang, sudah berumur,a�? kata Direktur Utama PDAM Loteng Lalu Kitab, kemarin (27/5).

Pantaun Lombok Post, di sepanjang jalan di Gerunung saja ada tiga titik pipa PDAM yang bocor. Begitu pula, di jalan di Desa Aikmual. Belum ditempat lainnya. Air bersih yang diambil dari sumbernya di wilayah utara pun, terbuang sia-sia. Alhasil, aliran air ke sejumlah pelanggan berkurang.

a�?Mau bagaimana lagi, kami ingin sekali melakukan pergantian pipa. Tapi, terbentur anggaran. Jadi, terpaksa kita sebatas memperbaiki saja,a�? keluh Kitab.

Potret semacam itu, menurutnya tidak saja terjadi di Loteng, dibeberapa daerah di seluruh Indonesia, mengalami hal yang sama. Untungnya, Loteng tidak terlalu parah. Standar tingkat kebocoran pipan secara nasional sendiri, mencapai 33 persen. a�?Alhamdulillah, kita di bawah standar,a�? klaimnya.

Sehingga, kata Kitab pelanggan PDAM dan masyarakat Loteng pada umumnya, tidak perlu risau terhadap musibah kebocoran pipa yang terjadi terus menerus. Karena, hal itu menjadi cerita biasa. Apalagi, mendekati perubahan iklim, dari panas ke hujan.

a�?Kalau musim hujan, air banyak mengalir. Jika tidak tersalurkan dengan baik, maka kebocoran terjadi. Begitu sebaliknya,a�? ujarnya.

Kebocoran juga, tambah Kitab terjadi lantaran adanya perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas, sarana dan prasarana pendukung masyarakat, serta ulah sejumlah warga. Persoalan itu, tidak bisa dihindari, pipa yang terpasang baik dan berkualitas pun, menjadi tidak bernilai, karena mengalami kerusakan.

Salah satu contoh ulah warga tersebut, beber Kitab yang terjadi beberapa waktu lalu, di Karang Bejelo, Gonjak, Praya. Beberapa orang yang tidak dikenal, sengaja menutup aliran air pipa menuju ke sejumlah pelanggan. Akibatnya, terjadi ledakan dan kebocoran.

a�?Begitulah kondisinya. Yang jelas, program pemeliharaan pipanisasi tetap berjalan setiap tahunnya. Kecuali, pergantian pipa yang kita lakukan secara bertahap dan pelan-pelan,a�? ujar Kitab.(dss/r3)

Berita Lainnya

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost

Jangan Jadi TKI Turun Temurun

Redaksi LombokPost

Hujan Mulai Minta Korban

Redaksi LombokPost

TNI Marathon Dongkrak Pariwisata Loteng

Redaksi LombokPost