Lombok Post
Sumbawa

Wawali Bantu Biaya Pengobatan Bocah Miskin

JENGUK: Wakil Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin (kiri) mendatangi kediaman Afira (digendong) di Kelurahan Monggonao, kemarin (27/5).

KOTA BIMA – Kepedulian Wakil Wali (Wawali) Kota Bima HA Rahman H Abidin patut ditiru. Orang nomor dua di Kota Bima ini membantu biaya pengobatan korban kebakaran M Khairil, 3 tahun, warga Kelurahan Dodu.

Wawali juga membantu penderita peningkatan sel darah putih Afira, bocah satu tahun, asal Kelurahan Monggonao. Dua bocah itu kesulitan memenuhi biaya pengobatan, karena orang tua mereka berpenghasilan rendah.

HA Rahman mengawali investasi amalnya itu dengan mengunjungi M Khairul Mujkar. Putra sulung pasangan Jufrin dan Astuti harus mendapatkan perawatan medis. A�Ia jatuh ke dalam panci berisi air panas, dua pekan lalu. Akibatnya, tubuh bocah miskin ini melepuh. Ayah korban Jufrin menuturkan, saat itu Khairul tengah bermain di rumah tetangga bersama temannya.

a�? Tiba-tiba anak saya teriak sambil menangis,a�? katanya.

Mendengar teriakan anaknya, Jufri belum menanggapi. Ia menduga anaknya terjatuh. Tapi, warga lain yang melihat korban jatuh ke dalam panci berisi air panas histeris.

Jufrin kaget. Terlebih lagi, ia melihat anaknya digotong warga dengan tubuh yang sudah melepuh. a�?Setelah saya lihat ternyata KhairulA� jatuh ke panci berisi air panas. Syukurnya, Khairul tidak jatuh dengan posisi kepala di bawah,a�? tuturnya.

Jufrin bersama warga membawa korban ke RSUD Bima. Khairul akhirnya dirawat selama sepekan di RSUD Bima. Namun, perawatan tidak berlangsung lama karena terbentur biaya. Terpaksa Khairul dibawa pulang dan dirawat di rumah dengan pengobatan tradisional.

a�?Alhamdulillah warga banyak memberi sumbangan. Tapi itu tidak bisa membuat kami bertahan di RSUD,a�? akunya.

Hampir sepekan di rumah, Jufrin hanya diobati menggunakan ramuan tradisional saja. Karena tidak ada dana untuk membawa anaknya kontrol ke RSUD. Bagi dia, apa yang menimpa anaknya merupakan pelajaran untuk dirinya dan orang tua lain.

a�?Supaya selalu memperhatikan anak saat bermain,a�? kata seolah-olah menyesal.

Wawali juga mengunjungi keluarga miskin Yanto dan Susi di Kelurahan Monggonao. Keduanya tengah merawat putri mereka Afira yang menderita peningkatan sel darah putih. Mereka terpaksa membawa pulang balitanya karena tak memiliki biaya.

Biaya yang harus ditebus pasangan suami istri itu Rp 800 ribu per hari. Sementara untuk kebutuhan obat mencapai Rp 700 ribu per hari.

a�?Kami tidak mampu membayar biaya rumah sakit dan obat, makanya kami bawa pulang,a�? ungkap Susi, ibu Afira dengan nada sedih.

Satu botol obat harganya Rp 350 ribu. Obat tersebut disuntikan ke tubuh Afira dua kali sehari supaya virus dalam tubuhnya bisa ditekan.

a�?Kalau tidak disuntik, suhu tubuhnya akan naik. Kemudian perut sebelah kanan akan membengkak,a�? ujarnya.

Sementara, Wawali HA Rahman H Abidin mengaku iba. Khususnya Khairul, ia meminta agar kembali dirawat di RSUD. a�?Saya harap hari ini (kemarin) juga Khairul dibawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan,a�? tegasnya.

Untuk Afira, wawali berjanji akan membantu menanggung biaya pengobatan balita tersebut hingga BPJS Afira selesai diurus.

a�?Biaya obat untuk sementara ini ditanggung pemerintah,a�? tegasnya.

Ia juga memerintahkan dokter dari Dikes Kota Bima untuk melakukan pemeriksaan ulang serta mengurus BPJS Afira. Dari hasil diagnosis dokter, Afira disarankan agar dirawat di RSUD. A�Afira harus mendapat penanganan medis secara khusus.

a�?Sebab setiap hari harus disuntikan anti biotik. secara berkala dilakukan pemeriksaan darah,a�? katanya. (nk/r1)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya