Lombok Post
Giri Menang

Satpol PP Garuk Pasangan a�?Harama�?

TERTANGKAP BASAH: Sejumlah pasangan yang diamankan petugas Satpol PP Lobar didata di Kantor Desa Suranadi, Narmada, kemarin.

GIRI MENANG – Jelang bulan Ramadan Satpol PP Lombok Barat mulai beraksi. Sejumlah rumah inap dan homestay di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada didatangi petugas Satpol PP dan aparat penegak hukum lainnya. Hasilnya empat pasangan bukan muhrim berhasil diamankan petugas, kemarin(1/6).

Kasatpol PP Lobar Baiq Yeni Satriani Ekawati mengatakan, sebelum melakukan penggerebekan, ada surat masuk yang dilayangkan Kepala Desa Suranadi. Surat itu Berisikan permohonan untuk melakukan penertiban di wilayahnya.

a�?Ada surat dari kades, langsung kita tindaklanjuti,a�? kata dia.

Terkait empat pasangan yang ditemukan, lanjutnya, langsung didata petugas Satpol PP Lobar.A� Mereka diberikan pembinaan dan arahan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

a�?Kita lakukan pembinaan di tempat,a�? terangnya.

Baiq Yeni mengatakan, kegiatan penertiban tidak akan berhenti sampai saat ini saja. Menjelang Ramadan, Satpol PP Lobar akan lebih giat melakukan penertiban. Tidak saja di wilayah yang diduga sebagai tempat berbuat asusila, tetapi akan menyasar juga pada penjual petasan di seluruh Lobar.

a�?Pasti petasan juga akan kita tertibkan,a�? tegas dia.

Rencananya Satpol PP akan mengarah ke Senggigi. Mengingat brand destinasi pariwisata halal yang telah disematkan kepada NTB. Sehingga wilayah seperti Senggigi harus bebas dari hal-hal asusila.

a�?Nanti akan ke sana, dalam waktu dekat ini,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Suranadi I Nyoman Adwisana mengatakan, empat pasangan yang digelandang petugas Satpol PP berasal dari luar Kecamatan Narmada. a�?Gak ada yang dari Suranadi,a�? ungkapnya.

Adwisana mengatakan, yang ia herankan, rata-rata yang tertangkap sudah berusia paruh baya. Bukan pasangan muda-mudi.

Selain itu, lokasi tempat mereka memadu kasih pun tidak disangka Adwisana. Pasalnya rumah inap tersebut tidak jauh lokasinya dari Kantor Desa Suranadi.

a�?Itu letaknya di selatan kantor desa. Dulunya di sana memang dipakai orang untuk berbuat asusila, ternyata sekarang masih aktif,a�? tandasnya. (dit/r5)

Berita Lainnya

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost