Lombok Post
Sportivo

Gagal di Vietnam, Hurun Fokus PON Jabar

Atlet karate NTB Hurun Ain saat melakukan latihan di Gedung Padepokan Silat GOR 17 Desember, belum lama ini.

MATARAM – Gagal mempersembahkan medali di kejuaraan Vietnam, karateka putri Pelatda Rinjani Hurun Ain langsung kembali fokus mempersiapkan diri jelang PON 2016 Jawa Barat (Jabar) yang akan berlangsung September mendatang. Dia akan memperkuat kontingen karate NTB bersama Ahmad Zigi Zaresta Yuda.

Hurun sebelumnya juga sempat turun di Piala KASAD di Jambi. Namun, atlet asal Kota Mataram itu gagal dan harus puas di peringkat lima besar.

Meski akhirnya dua kali gagal, pelatih Hurun Ain, F Paula Hurter mengaku tetap bangga dan berharap Hurun bersemangat dankembali fokus mempersiapkan diri pada PON 2016 Jabar.Karena muara semua kejurnas yang diikuti adalah PON 2016 Jabar.

a�?Dari pengalaman dua kali kejurnas, banyak hal yang harus dibenahi.Kemampuan pesaing Hurun makin berkembang. Saingan di PON akan lebih berat lagi,a�? ungkapnya, kemarin(2/6).

Menurut Paula, secara teknik atlet perongkat 10 nasional itu menunjukkan peningkatan signifikan. Namun ia berharap sebelum PON, mental Hurun bisa terbentuk karena itu yang terpenting.

“Untuk meraih medali PON di nomornya (kumite -50 kg) Hurun sangat berat. Karena atlet terbaik nasional masih diunggulkan. Kami akan terus berusaha. Mental yang utama,a�? tegasnya.

Medali perunggu paling realistis yang dikejar Hurun di PON nanti.Menurut Paula, peta kekuatan di kelasnya Hurun pada PON 2016 sangat berat,dan lebih didominasi Sumatra Utara dan Maluku.

Pasalnya atlet pelatnas yg notabene berasal dari Sumatra Utara dan Maluku masih menjadi yang terbaik dengan menjadi juara di Piala KASAD.

Sebagai bagian dari persiapan terakhir sebelum PON, Paula berencana akan menurunkan Hurun di salah satu kejurnas bergengsi Juli mendatang.

“Antara kejurnas di Sumatra Utara atau Thailand Open. Nanti lita lihat,” ungkapnya.

Mengenai kegagalan Hurun di dua kejurnas tersebut, Paula mengaku tidak kecewa karena bukan medali prioritas utama, melainkan pengalaman bertanding Hurun.

“Target awal kita ikut dua kejurnas itu karena ingin jam terbang Hurun lebih matang, bukan meraih medali,” tandasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post