Lombok Post
Giri Menang

Gula dan Bawang Naik Lima Ribu

SIDAK: Disperindag Lobar bersama BPPOM NTB dan Satpol PP lakukan sidak bahan pokok di pasar Kediri, kemarin (2/6).

GIRI MENANG – Jelang Ramadan sering terjadi kenaikan harga di pasar. Sebagai antisipasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar dan sejumlah distributor.

Disperindag memeriksa harga di Pasar Kediri, Gudang Jembatan Baru, Gudang Indomarco, dan perusahaan air minum Aigerr.

Kepala Disperindag Lobar, Hj Lale Prayatni menuturkan, sidak dilakukan bersama BPPOM NTB dan Satpol PP Lobar. Sidak ini bertujuan mengetahui perkembangan harga. Hal ini menjadi pertimbangan mencari solusi jika terjadi kenaikan harga.

Berdasarkan hasil sidak, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. Khususnya di bawang merah dan gula. Bawang merah mengalami kenaikan harga menjadi Rp 35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 30.000 per kilogram. Sementara gula mengalami kenaikan yang sangat tajam. Semula, per kilogram gula sebesar Rp 12.000 naik menjadi Rp 17.000 per kilogram.

a�?Kalau gula memang sudah mengalami kenaikan sejak akhir April lalu,a�? ujarnya.

Sementara harga daging dan beras masih stabil. Harga daging sapi kualitas satu masih seharga Rp 110.000 per kilogram. Menurut Hj Sal, penjual daging sapi di pasar Kediri, harga belum mengalami kenaikan. Harga yang berlaku masih sama seperti seminggu sebelumnya.

Sementara Srim, penjual beras menuturkan harga beras juga tidak mengalami kenaikan. Harga beras super masih Rp 9.000 per kilogram.

a�?Sementara untuk beras menengah seharga Rp 8.500 dan paling murah Rp 8.000 per kilogram,a�? ujarnya.

Sementara Kepala Seksi pemeriksaan BPPOM NTB Yosef Dwi mengatakan belum ada temuan di Pasar Kediri. Namun, BPPOM mengambil beberapa sampel barang yang dicurigai mengandung zat berbahaya. Seperti zat pewarna buatan, boraks dan lainnya.

a�?Semua ini akan kita uji terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan di dalamnya,a�? kata Yosef.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk wujud peduli kesehatan masyarakat. Dengan begitu mereka tidak sembarang mengkonsumsi hal yang dapat mengganggu kesehatan.

a�?Ini upaya mencegah percampuran borak pada bahan kerupuk dan hal lainnya,a�? pungkasnya. (fer/r6)

Berita Lainnya

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost