Lombok Post
Metropolis

Pemrov Setuju Relokasi, Tapi…

MULAI DIKERJAKAN: Bangunan relokasi PKL yang berada di samping kantor DPRD Provinsi NTB terlihat sudah mulai berdiri, kemarin(2/6).

MATARAM – Permasalahan PKL yang ada di samping Kantor Imigrasi NTB sudah menemui solusi. Baik para pedagang, Pemerintah Kota Mataram maupun Pemerintah Provinsi setuju merelokasi PKL di lokasi samping kantor DPRD Provinsi NTB.

Kini, bangunan relokasi sudah mulai dibangun dan hampir jadi. Memasuki Ramadan nanti, para pedagang segera pindah ke lokasi baru jelang pelaksanaan MTQ Nasional 2016 Juli mendatang.

a�?Iya kita sudah mendapat izin dari Pemerintah Provinsi untuk merelokasi PKL di sana (samping kantor DPRD Provinsi, Red). Itu hanya sementara saat pelaksanaan MTQ berlangsung nanti,a�? kata Uun Pujianto, Kabid Perdagangan Diskoperindag Kota Mataram.

Total sekitar 20 lapak PKL dibangun Diskoperindag Kota Mataram. a�?Selama Ramadan nanti, mereka kan tidak berjualan. Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua APKLI dan para pedagang agar mereka menyiapkan proses kepindahan,a�?A� kata Uun, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Kepala BPKAD Provinsi NTB, H Iswandi menjelaskan Pemprov mengizinkan PKL ini relokasi di lokasi tersebut dengan catatan itu hanya sementara.

Untuk itu, Diskoperindag Kota Mataram telah menyiapkan solusi alternatif. Usai pelaksanaan MTQ Nasional nanti, rencananya PKL akan kembali dipindahkan ke Jalan Semanggi (tempat semula).

a�?Nanti akan kita kembalikan lagi ke Jalan Semanggi belakang Kantor Imigrasi setelah kita data dulu,a�? jelasnya.

Dengan sudah disiapkannya bangunan relokasi ini para pedagang mengaku sangat bersyukur. Mengingat mereka sempat khawatir setelah sekian lama belum ada kepastian.

a�?Tentu kami sangat senang. Karena kami hanya ingin bisa berjualan dan bisa menikmati berkah pelaksanaan MTQ nanti,a�? kata Radmah, salah seorang pedagang asal Dasan Agung.

Radmah dan pedagang lainnya mengaku mempercayakan sepenuhnya nasib mereka kepada kebijakan pemerintah.

a�?Apapun yang disuruh pemerintah kami akan ikuti. Yang penting kami bisa tetap berjualan untuk mencari nafkah bagi keluarga kami,a�? tandasnya. (ton/r6)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi