Lombok Post
Metropolis

Stop Kekerasan Perempuan dan Anak

KOMITMEN BERSAMA: Perwakilan peserta Temu Nasional PUSPA 2016 membacakan Deklarasi Jogjakarta, Rabu (1/6).

MATARAM – Tingginya angka kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) bekerja lebih keras.

Menggandeng beberapa elemen masyarakat, KPPA menggelar Temu Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PUSPA) 2016 di Jogjakarta, sejak Minggu (29/5) hingga Rabu (1/6).

Kegiatan ini mempertemukan seluruh LSM, dunia usaha, dan media yang konsen mengawal isu-isu perempuan dan anak. Diharapkan melalui acara ada berbagai inspirasi dan terbangun sinergitas antara pemerintah, baik pusat maupun daerah serta dengan LSM, dunia usaha, dan media.

a�?Mari kita bersama-sama mendukung pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,a�? kata Deputi Partisipasi Masyarakat KPPA Agustina Erni membuka acara.

Agustina mengungkapkan ada tiga misi yang diemban KPPA. Yakni pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta pemenuhan hak anak. Untuk mewujudkan misi tersebut, mereka pun telah merancang tiga program unggulan atau yang disingkat three ends.

Pertama, akhiri kekerasan pada perempuan dan anak. Akhiri perdagangan manusia, dan terakhir akhiri kesenjangan ekonomi berbasis gender.

a�?Bagaimana agar three ends ini tercapai yah perlu dukungan semua pihak. Acara ini akan menjadi sejarah baru bagi kita untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak,a�? ujar Agustina.

A�Jika dirunut dari tahun ke tahun, angka kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia terus meningkat. Totalnya mencapai 293.220 kasus. Begitupula kekerasan terhadap anak yang meroket berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dari 4.311 kasus di tahun 2013 menjadi 5.066 kasus di 2014.

a�?Ibarat fenomena gunung es yang tercatat hanya di permukaan, sebenarnya masih banyak lagi kasus serupa,a�? ungkap Agustina.

Sementara Sekretaris KPPA Wahyu Hartono menyampaikan pihaknya sangat berkomitmen mendukung dan mengapresiasi penyelenggaraan acara ini.

Terlebih semua peserta membuat sebuah komitmen yang disebut Deklarasi Jogjakarta. Isinya semua elemen masyarakat sepakat mendukung program three ends.

a�?Dari beragam permasalahan perempuan dan anak, melalui acara luar biasa ini kita bisa menelurkan solusi bersama,a�? kata Wahyu.

Wahyu meyakini melalui pertemuan yang dihadiri peserta 393 orang dari seluruh Indonesia akan membangun jejaring yang kuat dalam mengentaskan persoalan besar bangsa.

Karena di dalamnya diisi stakeholder yang memang konsen memperjuangkan hak perempuan dan anak serta perlindungan bagi mereka. (ida/r9)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost